banner lebaran

Kemenag: ‘Sipatuh’ Awasi Penyelenggara Umroh

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

199
Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Arfi Hatim meminta PPIU untuk segera mendaftarkan aplikasi SIPATUH di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018). Foto: Ist

JAKARTA — Direktur Bina Umroh dan Haji Kementerian Agama, Arif Hatim menyebutkan, aplikasi Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umroh dan Haji (Sipatuh) yang akan diluncurkan pertengahan April 2018 untuk meningkatkan pengawasan.

Menurut Arif dengan adanya aplikasi Sipatuh ini dapat meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh dan haji plus (PPIU).

Dia menilai untuk pengambilan user id dan password PPIU sudah terdata hingga puluhan travel umroh dan haji khusus yang telah mendaftar dan mendapatkan ID Sipatuh.

“Hingga hari ini baru ada 68 PPIU yang sudah mendaftar dan mengambil user id dan password Sipatuh. Pengambilan (user id dan password) secara langsung dimaksudkan untuk memperbarui beberapa data PPIU,” paparnya.

Arif menambahkan jika ada penyelenggara perjalanan ibadah umroh dan haji tidak mendaftarkan Sipatuh akan dikenakan sanksi.

“Bagi yang tidak mengambil, maka akan dikenakan sanksi. Yang pasti PPIU tersebut tidak akan terdaftar dalam Sipatuh,” ungkapnya.

Sistem ini memuat sejumlah informasi, di antaranya: pendaftaran jemaah umrah; paket perjalanan yang ditawarkan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah); harga paket; pemantauan penyediaan tiket yang terintegrasi dengan maskapai penerbangan; dan pemantauan akomodasi yang terintegrasi dengan sistem muassasah di Arab Saudi.

Selain itu, Sipatuh juga memuat alur pemesanan visa yang terintegrasi dengan Kedutaan Besar Saudi Arabia; Validasi identitas jemaah yang terintegrasi dengan Dukcapil; dan Pemantauan keberangkatan dan kepulangan yang terintegrasi dengan Imigrasi.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.