Kenny Austin Perankan Ahok Muda

Editor: Koko Triarko

510
Kenny Austin, -Foto: Akhmad Sekhu  

JAKARTA – Artis muda Kenny Austin punya banyak prestasi. Di antaranya juara kedua L-Men of The Year 2014. Ia mewakili Indonesia pada kontes Mister International 2015, karena kontes L-Men of The Year sudah tidak dilanjutkan penyelenggaraannya, dan Kenny selaku juara kedua di penyelenggaraan yang terakhir, ditunjuk mewakili Indonesia.

Kemudian, Kenny meraih banyak prestasi dalam bidang olahraga basket, yakni Juara 1 Basket PKMI Cup Se-Sumatera Bagian Utara 2010, Juara 2 Basket Libala Yamaha 2010, Juara 1 Basket Nomensen Cup 2010, Juara 1 Basket ISTP Cup 2010, Juara Harapan 1 Popmie Basketball Region Sumatera 2010 hingga Juara 3 Liga Basket USU 2013.

Setelah itu, ia membintangi film Dubsmash (2016), Mata Dewa (2018), Reuni Z (2018), dan kini film ‘Anak Hoki’, di mana ia mendapat peran utama sebagai Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tapi, dalam film produksi Le Moesle Revole ini, tidak menceritakan Ahok yang terjun dalam dunia politik, melainkan menceritakan kisah Ahok muda yang mengalami masa muda sebagaimana orang pada umumnya, dengan kisah yang penuh inspiratif.

“Dalam film ‘Anak Hoki’ ini saya berperan sebagai Ahok muda,“ kata Kenny Austin, saat press conference film ‘Anak Hoki’ di Lobby Mall Bellagio, Perkantoran Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).

Intinya, dalam film ini, kata Kenny, karakter Ahok muda sebagai orang yang lovebel, memang blak-blakan, tapi di balik itu semua Ahok sewaktu masih muda sebenarnya karakternya sangat baik dan sangat ramah.

“Saya baru tahu karakter Ahok sebenarnya, karena main film ini, “ ungkapnya.

Lelaki Medan, 16 April 1992, itu mengaku secara pribadi sebelumnya belum kenal Ahok, dan untuk memerankan Ahok muda dalam film ini, dirinya juga belum dipertemukan langsung dengan Ahok.

“Jadi, untuk mendapatkan karakter Ahok muda dalam film ini, saya lebih banyak konsultasi dengan Koh Haryy, (Harry Tjahaja Purnama, adik Ahok) yang mengenal Ahok yang sebenarnya,” bebernya.

Kalau untuk gesture, mimik wajah, gaya bicaranya, Kenny lebih mengandalkan riset. “Pak Ahok kan sering muncul di TV, jadi ada beberapa yang bisa saya pelajari dari situ”, paparnya.

Kenny mempelajari karakter Ahok dengan nonton Ahok tidak pada saat kerja, tapi pada keseharian Ahok, seperti pada talkshow di berbagai stasiun TV swasta.

“Kalau pada talkshow kan gaya bicara Ahok lebih nyantai dan saya lihat Ahok orangnya lebih suka bercanda,“ ujarnya.

Ketika ditanya apa yang paling berkesan pada karakter Ahok? Dengan tenang, Kenny memberikan jawaban, “Saya kagum karakternya, karena ternyata ada orang yang mau bekerja keras dan saya bangga bisa memerankan Ahok muda“.

Harapan Kenny terhadap film ‘Anak Hoki’ semoga mendapat sambutan yang baik dan dapat dinikmati oleh semua orang.

“Sebenarnya, kita dalam film ini hanya ingin men-deliver entertainment, jadi tidak ada sangkut paut dengan kegiatan politik Ahok, karena masa-masa yang lalu Ahok yang kontroversial atau sepak terjangnya sudah lewat,“ pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...