Kepedulian Masyarakat Penting Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

209

MAUMERE — Plt. Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar menyebutkan, kurangnya kepedulian masyarakat khususnya di pedesaan terhadap kesehatan ibu dan anak menjadi penyebab masih terjadinya kasus kematian ibu dan anak serta gizi kurang.

Disebutkan, di 2017 terdapat empat kasus kematian ibu dari 4.291 kelahiran hidup (KH) atau angka kematian ibu 93,21/100.000 KH. Angka kematian bayi, 67 kasus dari 4.291 kelahiran hidup atau angka kematian bayi 15,61/1.000 KH.

“Untuk anak-anak yang mengalami gizi kurang di tahun 2017 sebanyak 2.258 kasus dan gizi buruk 135 kasus. Kasus ini disebabkan salah satunya akibat masih banyak masyarakat khususnya di pedesaan yang belum peduli terhadap kesehatan ibu dan anak,” tuturnya.

Untuk pendidikan, kata Nong Susar, untuk mengukur manusia yang cerdas, kreatif, terampil, terdidik dan bertakwa digunakan indikator Angka Partisipasi Murni (APM). Untuk tahun 2017, APM tingkat SD atau MI sebesar 93,46 persen.

Sementara itu, Angka Partisipasi Murni tingkat SMP atau MTS 61,31 persen. Sedangkan APM untuk tingkat SMA/MA/SMK masih rendah dimana hanya berjumlah 51,84 persen serta angka melek huruf sebesar 99,71 persen.

“Kami berharap denga kedatangan ibu negara bisa mmeberikan motivasi bagi semua pegiat kesehatan dan pendidikan di kabupaten Sikka agar lebih bekerja keras meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta kepedulian terhadap pendidikan terutama pendidikan anak usia dini,” pungkasnya.

Direncanakan dalam waktu dekat, Ibu negara Iriana Joko Widodo dan Mufidah Jusuf Kalla akan mengunjungi Maumere kabupaten Sikka bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (Oase Kabinet Kerja)

“Dijadwalkan berlangsung tanggal 4 April besok,” tutur Lusia Adinda Lebu Raya, Ketua Tim Penggerak PKK provinsi NTT, Selasa (3/4/2018).

Dikatakan Lusia, kunjungi ibu Iriana ini sangat positif sebab masih banyak ibu-ibu di NTT yang kurang peduli terhadap kesehatan reproduski, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan kegiatan terkait anak dan Narkoba.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.