Kolam Renang Puri Indah Pegantungan Turut Berperan Lahirkan Prestasi

Editor: Koko Triarko

365

LAMPUNG — Kolam renang Puri Indah di Desa Pegantungan, kecamatan Bakauheni, Lamsel, dinilai turut mendukung kegiatan olahraga renang bagi anak usia sekolah.

Kadiran (67), pemilik kolam renang, menyebut kolam renang dibangun sejak 2011 dan kerap dipergunakan sebagai tempat latihan. Kolam renang berukuran 12 meter x 25 meter dibangun karena banyaknya kebutuhan akan keahlian (skill) renang.

Kadiran, pemilik kolam renang Puri Indah Pegantungan sekaligus pelatih tekhnik renang [Foto: Henk Widi]
Ia menyebut, saat itu banyak pemuda yang ingin menjadi anak buah kapal lintasan Bakauheni-Merak dan harus mendapatkan tes renang. Sementara, fasilitas tempat olahraga renang tidak ada di wilayah Bakauheni. Selain itu, beberapa pemuda yang akan masuk sebagai anggota Polri, TNI kerap diharuskan memiliki dasar keahlian renang.

“Berangkat dari kebutuhan akan fasilitas olahraga tersebut, dengan adanya lahan yang masih luas saya akhirnya membuat fasilitas olahraga kolam renang dan hingga kini kerap dipergunakan sebagai lokasi latihan olahraga renang,” terang Kadiran, Jumat (20/4/2018).

Lokasi strategis dekat dengan sejumlah sekolah dasar negeri, madrasah ibtidaiyah, SMP dan SMA, membuat kolam renang Puri Indah menjadi lokasi latihan favorit. Sejak dibuka dengan kedalaman berbeda untuk siswa SD hingga SMA, kolam renangnya selalu ramai dikunjungi warga untuk berlatih renang atau sekedar mandi saat kondisi cuaca panas.

Sejak adanya kompetisi olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) tingkat SD hingga SMA, kolam renang tersebut semakin kerap menjadi lokasi latihan.

Berdasarkan data yang tercatat, Kadiran menyebut ada lebih dari 10 sekolah yang berlangganan menggunakan fasilitas kolam renang Puri Indah. Kegiatan latihan kerap dilakukan setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Sementara hari lainnya kerap digunakan oleh warga umum.

Kadiran mengaku membangun fasilitas olahraga tersebut bukan semata mengejar provit, melainkan untuk memberi fasilitas bagi anak muda untuk menyalurkan bakat.

“Kalau mau dikalkulasikan secara materi, dari modal membuat hingga sekarang saya belum balik modal, tapi bangga karena banyak anak bisa berenang dengan latihan di kolam renang Puri Indah,” tegasnya.

Awalnya, ia menyebut tiket masuk untuk masuk kolam renang, awalnya Rp5.000 per orang, namun kini naik menjadi Rp10.000 per orang. Biaya tersebut untuk biaya operasional penyediaan air bersih dan pembersihan setiap sepekan sekali, agar kondisi air kolam renang tetap bersih.

Saat ini, di luar siswa sekolah yang rutin berlatih, rata-rata puluhan orang per pekan, sebulan pengunjung kolam renang bisa mencapai 200 orang.

Pada pelaksanaan lomba renang lintas selat Sunda pada HUT ke-72 Marinir, Kadiran menyebut kolam renang tersebut menjadi sarana latihan bagi beberapa peserta dari masyarakat umum.

Selain untuk kegiatan lomba renang, kolam renang tersebut juga menjadi sarana latihan agar anak bisa menyelamatkan diri saat berada di sungai dan laut. Selain itu, bagi anak sekolah bisa menjadi sarana mencari prestasi terutama dalam bidang olahraga renang untuk ajang O2SN.

Budi, salah satu siswa SD di wilayah Bakauheni, mengaku bersama rekan-rekannya kerap berlatih di kolam renang Puri Indah tersebut untuk persiapan O2SN tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.

Ia mengaku bisa berenang sejak usia 7 tahun dengan kerap mengikuti olahraga renang untuk menjaga kesehatan. Dirinya yang kerap berlatih bersama kawan bahkan mewakili sekolahnya untuk kegiatan O2SN.

“Kami berlatih setiap akhir pekan karena sekali masuk harus menabung terlebih dahulu dari uang jajan dan kerap didukung oleh orang tua untuk berenang,” paparnya.

Budi menyebut, selain menyehatkan, kolam renang disebutnya telah melahirkan prestasi. Dari beberapa sekolah yang pernah berlatih di kolam renang Puri Indah tersebut, Budi kerap berprestasi di bidang olahraga renang.

Baca Juga
Lihat juga...