Kontraktor Diminta Kembalikan Anggaran Pembangunan Menara Masjid Sumbar

216
ilustras--Foto: Dokumentasi CDN.

PADANG — Kontraktor PT Marlancho harus mengembalikan anggaran pembangunan menara Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) sekitar Rp568 juta ke kas negara akibat keterlambatan pembangunan dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Anggaran itu masing-masing denda keterlambatan untuk 90 hari sekitar Rp450 juta dan kelebihan pembayaran terhadap besi railling tangga dan keramik di depan lift senilai Rp118 juta,” kata Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan ( PPTK ) proyek, Karimis di Padang, Selasa (17/4/2018).

Anggaran itu dipotong langsung ketika pembayaran dalam APBD Perubahan 2018. Sesuai Pergub Nomor 93 tahun 2017, pekerjaan yang diperpanjang di luar tahun anggaran memang hanya bisa dibayarkan pada APBD Perubahan tahun berikutnya.

PT Marlancho, menurut dia telah menyetujui hal itu sehingga secara administrasi tidak ada lagi persoalan. Apalagi tim pengawas telah menyatakan proyek itu selesai 100 persen dan bisa diterima. Prosesnya tinggal serah terima atau Provisional Hand Over (PHO).

Secara teknis menara tersebut sudah bisa digunakan termasuk untuk elevator hingga ke balkon dua. Uji coba sudah dilakukan, namun karena pengoperasiannya butuh izin dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sementara belum bisa dimanfaatkan.

“Tahun ini untuk menara kita anggarkan lagi sekitar Rp1,3 miliar untuk penyelesaian di antaranya landscape pelataran dan keramik tangga. Tahun ini selesai 100 persen,” kata dia.

Pembangunan menara Masjid Raya Sumbar senilai Rp19,5 miliar itu rencananya selesai pada akhir 2017, tetapi terhitung 31 Desember 2017, pengerjaannya baru selesai 71 persen.

Kontraktor PT Marlancho kemudian diberikan tenggat waktu 90 hari untuk menyelesaikan 29 persen sisa pekerjaan dengan nominal Rp5,1 miliar namun harus membayar denda 1/mil setiap hari.

Dalam prosesnya BPK juga menemukan kelebihan pembayaran dan harus dikembalikan ke kas negara.

Masjid Raya Sumbar merupakan masjid terbesar Sumbar yang pembangunannya dimulai pada 21 Desember 2007.

Pembangunan dikerjakan secara bertahap karena keterbatasan anggaran dari provinsi. Total anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan masjid itu hingga selesai mencapai Rp256 miliar. Selain APBD Sumbar, anggaran juga dibantu APBN dan dana bantuan dari provinsi lain.

Jumlah yang sangat besar itu disebabkan struktur bangunan yang dibuat tahan terhadap gempa (Ant).

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.