Koperasi Pedami Bandarmasih Jajaki Bisnis Air Minum Kemasan

Editor: Koko Triarko

461
Ketua Koperasi Karyawan Pedami, Taufiqurrahman, –Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN – Koperasi Karyawan Pedami di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, terus berupaya mendorong pengembangan bisnisnya.

Salah satu caranya, menurut Ketua Koperasi Karyawan Pedami, Tauffiqurrahman, adalah dengan mencari berbagai potensi bisnis baru yang memiliki prospek menjanjikan untuk dikembangkan di Kota Banjarmasin.

“Tahun ini kita berencana menjanjaki bisnis air minum kemasan. Memang produknya sudah ada dibuat oleh PDAM Bandarmasih, namun pembuatan dan pemasarannya masih tidak melibatkan Koperasi Karyawan Pedami,” jelasnya, Senin (16/4/2018).

Menurut Taufiq, sapaannya, diharapkan ke depan produk air minum kemasan tersebut pembuataan dan pemasarannya bisa dipindahkan ke Koperasi Karyawan Pedami. Pihaknya mengaku sudah menyiapkan anggaran untuk pembuatan pabriknya.

“Kita sudah menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk membangun pabriknya. Hal tersebut sebagai wujud keseriusan kami untuk bisa mengembangkan bisnis air minum kemasan PDAM Bandarmasih,” tegasnya.

Dirinya pun melihat, untuk bisnis air minum kemasan sendiri di Kota Banjarmasin pasarnya sangat menjanjikan. Hal itu mengingat kebutuhannya sangatlah tinggi, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk iven seremonial.

“Kalau jadi mengelola bisnis ini, kita ingin memulainya dengan memenuhi pasar di pemerintahan terlebih dahulu, khususnya di Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin. Kalau sudah menguasai pasarnya, baru kita lanjutkan ke pasar swasta,” ungkapnya.

Ia pun optimis, jika bisnis air minum kemasan berhasil dikelola oleh pihaknya, pendapatan Koperasi Karyawan Pedami bisa meningkat signifikan. Untuk tahun 2017 lalu, pendapatan bersih Koperasi Karyawan Pedami bisa tembus di angka Rp4 miliar dengan bisnis yang meliputi simpan pinjam, pengadaan barang dan jasa hingga jasa pencucian motor dan mobil.

“Kalau ditambah dengan bisnis air minum kemasan, mungkin pendapatan bersihnya akan meningkat hingga Rp5 miliar lebih,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...