Korban Gempa Banjarnegara Butuh Bantuan Logistik

306
Ilustrasi penanganan korban gempa - Foto: Dok. CDN

JAKARTA – Logostik berupa makanan, air bersih dan lauk-pauk menjadi kebutuhan mendesak bagi korban gempa bumi Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

“Kita sudah mendorong logistik ke titik pengungsian, tapi masih dibutuhkan makanan, air mineral, beras, minyak goreng dan lauk-pauk,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat, yang dihubungi di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Selain logistik, kebutuhan mendesak lainnya dikatakan Dirjen Harry adalah alas tidur berupa tikar serta selimut. Begitu juga dengan peralatan mandi serta peralatan pembersihan lokasi gempa.

Sesaat setelah terjadi gempa, Kemensos telah melakukan pengiriman logistik makanan, unit dapur umum lapangan, peralatan dapur umum, truk serba guna dan RTU.

Kemensos juga telah membuka dua titik dapur umum lapangan di Desa Sidakangen, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara.

Selain itu juga telah dibuka pos pengungsian di sejumlah titik di empat desa, yaitu di Kecamatan Kalibening, yaitu Desa Kasinoman, Desa Kertosari, Desa Plorengan dan Desa Sidakangen.

Data sementara pengungsi sebanyak 526 Kepala Keluarga atau 2.104 jiwa yang tersebar di sejumlah titik.

Terdata korban luka sebanyak 21 orang dan dua meninggal dunia atas nama Asep (13) alamat Desa Kasinoman dan Ny Kasri (80) alamat Dusun Bakalan Desa Kasinoman.

Bencana alam gempa bumi terjadi pada Rabu (18/4) pukul 13.28.35 WIB dengan kekuatan 4,4 SR, tepatnya di 7,21 Lintang Selatan dan 109.65 Bujur Timur dengan kedalaman empat kilometer.

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga merusak sejumlah infrastruktur, antara lain 316 rumah rusak dengan rincian di Desa Kertosari 62 unit, Desa Kasinoman 217 unit dan Desa Plorengan 37 unit.

Sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan, yaitu masing-masing satu masjid di Desa Plorengan, Desa Kertosari, Desa Kasinoman, satu mushola di Desa Kasinoman serta dua gedung SMP di Kalibening. (Ant)

Baca Juga
Gempa NTB, Wagub Minta Rekonstruksi Lebih Cepat Di... MATARAM  - Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Siti Rohmi Djalilah, mengajak kepada segenap masyarakat NTB termasuk relawan secara bersama-sa...
Hari Tani, Mahasiswa Solo Tuntut Reformasi Agraria... SOLO - Hari Tani Nasional (HTN) 2018 banyak diperingati di berbagai daerah di Indonesia. Di Solo, Jawa Tengah, peringatan HTN dilakukan dengan turun j...
Pertamina Respon Kelangkaan LPG di Temanggung JAKARTA – PT Pertamina, menyiapkan penambahan fakultatif Liquified Petroleum Gas (LPG) tiga kilogram (kg), untuk mengatasi kelangkaaan yang terjadi di...
Tingkatkan Kepedulian, Solo Gelar Pameran Hari Per... SOLO --- Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Perhubungan menyelenggarakan Pameran Hari Perhubungan Nasional, dengan menampilkan sejumlah moda transport...
Warga di Temanggung Kesulitan Cari Gas Bersubsidi TEMANGGUNG - Warga Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dalam beberapa pekan terakhir kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi ukuran tabung tiga kilogra...
Ratusan Pelajar SMA Dijadikan Kader Tertib Lalu Li... BATANG – Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, membentuk kader tertib dan disiplin berlalu lintas dan kendaraan. Kader tersebut berasal dari ratusan p...
Hari Pertama Kerja, Gubernur NTB Koordinasi Penang... MATARAM – Hari pertama kerja, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru, Zulkieflimansyah, langsung memimpin rapat evaluasi penanganan bencana gemp...