banner lebaran

KPK Periksa Diah Anggraeni, Saksi Kasus Korupsi Pembangunan Gedung IPDN

Editor: Irvan Syafari

337
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah-Foto: Eko Sulestyono.

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini kembali melakukan pemeriksaan terhadap Diah Anggraeni, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. Diah tampak  datang memenuhi panggilan pemeriksaan, namun dirinya tidak bersedia menjawab pertanyaan wartawan di Gedung KPK Jakarta.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan membenarkan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Diah. Menurut Febri Diah diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Dudy Jocom.

Dudy diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi (Kapudatin) Sekretaris Jenderal (Setjen) Kemendagri.

“Diah Anggraeni hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangannya dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Dudy Jocom terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek pembangunan Gedung Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat,” jelas Febri di Gedung KPK Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Penyidik KPK juga memanggil sejumlah saksi lainnya, masing-masing adalah Dony Ambadi dan Tri Adji Bawono, keduanya diketahui merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Ditjen Kemendagri.

Hingga saat ini pemeriksaan terhadap sejumlah saksi masih terus berlangsung di lantai II Gedung KPK Jakarta, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam kasus korupsi pembangunan Gedung IPDN, penyidik KPK sedikitnya telah menetapkan 2 orang sebagai tersangka, masing-masing Dudy Jocom dan Budi Rahmat Kurniawan.

Tersangka Budi diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Hutama Karya (Persero) yang dinyatakan sebagai pihak pemenang proses lelang tender proyek pembangunan Gedung IPDN.

Tersangka Dudy dan Budi diduga telah bekerja sama dalam melakukan perbuatan melawan hukum yaitu korupsi dengan cara memperkaya diri sendiri, orang lain maupun sebuah korporasi. KPK menemukan adanya potensi kerugian negara sebesar Rp34 miliar dari keseluruhan nilai proyek yang diperkirakan mencapai Rp125 miliar.

Penyidik KPK menduga, kedua tersangka tersebut juga terlibat dalam perbuatan korupsi terkait proyek pembangunan Gedung IPDN di Provinsi Riau. KPK menemukan adanya potensi penyelewengan anggaran keuangan negara yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Menurut KPK total nilai anggaran keuangan negara dalam proyek pembangunan Gedung IPDN di Provinsi Riau diperkirakan mencapai Rp91,52 miliar. Namun diduga proyek pembangunan tersebut berpotensi merugikan anggaran keuangan negara sebesar Rp34 miliar.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.