KPK Periksa Wuryanto, Saksi untuk Tersangka Erawan

Editor: Irvan Syafari

318
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah-Foto: Eko Sulestyono.

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Bambang Wuryanto. Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Bupati Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Rudy Erawan.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung KPK Merah Putih Jakarta, Bambang datang memenuhi panggilan pemeriksaan. Hingga berita ini ditulis yang bersangkutan masih terus menjalani pemeriksaan intensif yang dilakukan penyidik KPK untuk mengetahui apa peran dan pengaruh Rudy dalam kasus perkara korupsi.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan, penyidik KPK memang memanggil seorang saksi atas nama Bambang Wuryanto. Menurutnya kesaksian Wuryanto diperlukan penyidik KPK untuk mendalami kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), yang dilakukan oleh Rudy Erawan yang hingga saat ini masih menjabat sebagai Bupati Halmahera Timur.

“Penyidik KPK memanggil saksi Bambang Wuryanto, Wakil Ketua Anggota DPR RI untuk tersangka RE (Rudy Erawan) Bupati Halmahera Timur. Keterangan saksi diperlukan penyidik untuk melengkapai berkas perkara pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Provinsi Maluku dan Maluku Utara,” jelas Febri di Gedung KPK Jakarta, Selasa (3/8/2018).

Erawan secara resmi ditetapkan penyidik KPK sebagai tersangka karena diduga telah menerima sejumlah uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi. Uang yang diterima Rudy diperkirakan mencapai Rp6,3 miliar. Uang tersebut diduga berasal dari pemberian tersangka lainnya yaitu Amran H Mustary.

Amran diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IX yang membawahi wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Uang tersebut diberikan kepada Rudy dengan tujuan agar proses pengerjaan proyek pembangunan jalan khususnya di Kabupaten Halmahera Timur berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.

Hingga saat ini penyidik KPK sedikitnya telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka yang diduga terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kasus korupsi yang diperkirakan berpotensi merugikan anggaran keuangan negara senilai miliaran rupiah.

Rudy diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 31 Januari 2018 berdasarkan Surat Perintah Pemyidikan (Sprindik) yang ditandatagani 5 Pimpinan KPK. Meski secara resmi telah menyandang status sebagai tersangka namun hingga detik ini yang bersangkutan belum juga ditahan oleh penyidik KPK.

Baca Juga
Lihat juga...