KPK Perkirakan Kerugian Negara dalam Proyek RTH Kota Bandung Rp26 Miliar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

330

JAKARTA — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo menyebutkan, perkiraan kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Tahun Anggaran (TA) 2012 hingga 2013 mencapai Rp26 miliar.

“Jumlah pastinya masih terus didalami. Diperkirakan sekitar 26 miliar rupiah, namun kemungkinan nilainya masih bisa bertambah,” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Jumat (20/4/2018)

Agus enggan menjelaskan rincian terkait jumlah potensi kerugian negara tersebut. Ia hanya menjelaskan bahwa temuan tersebut berdasarkan keterangan yang disampaikan sejumlah saksi yang sempat diperiksa dan dimintai keterangan penyidik.

Agus juga menjelaskan bahwa wujud pengadaan tanah untuk kepentingan RTH itu memang ada. Namun penyidik menemukan adanya unsur penggelembungan anggaran, sehingga nilai harganya tidak sesuai dengan kesepakatan awal seperti yang tertera dalam perjanjian jual-beli.

Dalam kasus tersebut KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yang diduga ikut terlibat dalam perbuatan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek pengadaan tanah untuk RTH tersebut.

“KPK menemukan sejumlah fakta bahwa tanah yang dipergunaka memang ada, namun diduga ketiga tersangka tersebut melakukan Tindak Pidana Korupsi dengan cara menggelembungkan anggaran, sehingga harga tanahnya jauh lebih mahal daripada sebelumnya,” pungkas Agus Raharjo.

Tiga orang tersangka yang ditetapkan KPK yakni Hery Nurhayat, Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Selamet. Saat ini ketiganya masih belum ditahan.

Baca Juga
Lihat juga...