KPK: Sejumlah Oknum Anggota DPRD Sumut Kembalikan Uang Suap

Editor: Irvan Syafari

327
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah-Foto: Eko Sulestyono.

JAKARTA —– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan, sejumlah oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) telah mengembalikan uang yang diduga sebagai suap. Uang tersebut diduga berasal dari pemberian tersangka Gatot Pujo Nugroho, mantan Gubernur Provinsi Sumatera Utara.

Demikian menurut penjelasan yang disampaikan Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan terkait perkembangan penanganan kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap yang menjerat Gatot. Menurut Febri hingga saat ini sudah 15 oknum anggota dewan yang sudah mengembalikan uang kepada Tim KPK. yang kebetulan sedang berada di Kota Medan, Sumut.

“Hingga hari ketiga, Tim KPK yang kebetulan berada di Kota Medan. Sedikitnya ada 15 oknum anggota dewan yang sudah mengembalikan uang tersebut, mudah-mudahan dalam waktu dekat semakin banyak yang mengembalikan uang,” ujar Febri di Gedung KPK Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Febri mengatakan, total jumlah uang tunai yang sudah dikembalikan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Febri hingga saat ini masih belum bersedia atau masih enggan memberikan penjelasan ditanya berapa jumlah pasti uang yang dikembalikan kepada negara melalui KPK.

KPK sangat mengapresiasi terkait pengembalian uang suap tersebut, namun KPK juga mengingatkan agar 38 orang anggota dewan yang telah ditetapkan sebagai tersangka diharapkan bersedia bekerja sama selama menjalani pemeriksaan penyidik KPK di Markas Komando (Mako) Brimob, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara.

Penyidik KPK sedikitnya telah melakukan pemeriksaan sekaligus meminta keterangan sebanyak 53 orang dari unsur anggota dewan maupun anggota dewan yang masih aktif. Selain itu juga ada juga sejumlah saksi-saksi diperiksa yang berasal dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penyidik KPK hingga saat ini masih menelusuri aliran dana yang diduga berasal dari pemberian Gatot, uang tersebut diduga telah diterima sejumlah oknum anggota dewan dengan nilai yang bervariasi atau berbeda.

Tujuan pemberian uang tersebut diduga untuk memuluskan terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut, Tahun Anggaran 2013 dan 2014.

KPK menduga masing-masing oknum anggota dewan telah menerima sejumlah uang senilai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga telah diterima sekitar 38 oknum anggota dewan yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK. Meskipun telah berstatus sebegai tersangka, namun hingga saat ini 38 oknum anggota dewan tersebut untuk sementara belum ditahan KPK.

Baca Juga
Lihat juga...