banner lebaran

KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Tersangka Asrun

Editor: Koko Triarko

373
Kabiro Humas KPK, Febri Dianyah saat jumpa pers di kantonya. –Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memberikan konfirmasi kepada wartawan, terkait adanya upaya gugatan praperadilan yang diajukan oleh tersangka Asrun, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, selama dua periode.

Asrun melalui pengacara sekaligus kuasa hukummya, resmi mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Pengajuan praperadilan tersebut dilakukan untuk melawan keputusan KPK yang sebelumnya menetapkan dirinya sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat menggelar jumpa pers di Gedung KPK Merah Putih, malam ini, mengaku telah mendengar hal itu. Ia pun mengatakan, jika KPK selalu siap jika memang harus berhadapan dengan siapa pun dalam persidangan gugatan praperadilan terkait kasus korupsi.

Febri menyebutkan, bahwa upaya gugatan praperadilan tersebut sebenarnya sah dan merupakan hak seorang tersangka yang sedang terjerat kasus hukum, sebelum yang bersangkutan menjalani persidangan atau tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Menurut Febri gugatan praperadilan diketahui telah didaftarkan secara resmi oleh kuasa hukumnya pada Senin (16/4/2018) kemarin.

“KPK dalam hal ini siap menghadapi adanya upaya gugatan pra peradilan yang diajukan pihak kuasa hukum tersangka Asrun, untuk melawan keputusan KPK terkait penetapan status tersangka kepada yang bersangkutan, persidangan gugatan praperadilan hingga saat ini sudah berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan”, jelasnya, di Gedung KPK Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Febri juga menjelaskan, bahwa sebenarnya ada tiga poin yang dapat dicermati dalam persidangan gugatan praperadilan tersangka Asrun. Di antaranya apa dasar pihak penyidik  KPK menetapkan Asrun sebagai tersangka, kemudian apakah sudah ditemukan minimal dua alat bukti yang cukup dan yang terakhir penahanan terhadap Asrun menurut pengacaranya tidak sah berdasarkan hukum.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.