KSOP Balikpapan Targetkan Pembersihan Pantai Balikpapan Empat Hari

Editor: Irvan Syafari

407

BALIKPAPAN — Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai Koordinator Misi penanganan tumpahan minyak di teluk Balikpapan, memutuskan untuk melakukan pembersihan selama 4 hari mulai Selasa (3/4/2018).

Pihak KSOP mengakui kekurangan peralatan untuk menarik oil boom, yaitu alat berupa pelampung pembatas untuk melokalisir tumpahan minyak. Untuk itu KSOP meminta bantuan dari sejumlah perusahaan, seperti Chevron dan Wilmar.

Untuk menarik satu unit oil boom dibutuhkan tugboat atau kapal pandu sebanyak dua unit. Saat ini ada enam kapal pandu atau 3 pasang tugboat yang menarik oil boom untuk menangani tumpahan minyak. Tim ini bergerak menyebar ke perairan Balikpapan untuk mencari lokasi tumpahan minyak.

“Karena ini (tumpahan minyak) sudah menyebar, tim juga bergerak mencari lokasi di mana minyak berada, untuk selanjutnya menggunakan oil boom,” kata Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Sanggam Marihot, Selasa (3/4/2018).

Terbakarnya sejumlah kapal di teluk Balikpapan akibat tumpahan minyak sempat mengganggu operasional Pelabuhan Semayang. Selama dua hari, pelabuhan terbesar di Kalimantan Timur ini sempat ditutup untuk menghindari bahaya.

“Untuk keselamatan perairan dan keamanan kapal yang keluar dan masuk, memang sempat ditutup selama dua hari, dan sudah kami buka hari ini. Kami tak ingin anggap enteng masalah ini karena takut meledak,” ujar Sanggam.

Melihat tumpahan minyak telah berkurang, dan jalur pelayaran mulai aman, KSOP akhirnya membuka kembali Pelabuhan Semayang. “Yang paling penting alur sudah aman, kami buka kembali. Aktivitas eknomi berjalan kembali,” jelasnya.

Sementara itu, pasca ditetapkannya darurat lingkungan akibat tumpahan minyak dan kebakaran di Teluk Balikpapan sejumlah warga melakukan aksi bersih-bersih pantai.

Dalam gerakan bersih-bersih pantai ratusan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Minyak dan Gas Bumi dengan mengangkat limbah cair. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir pencemaran di pesisir.

Baca Juga
Gali Potensi Perikanan, Universitas Mulawarman Pus... BALIKPAPAN - Guna menggali potensi Sumber Daya Alam yang ada di perairan Provinsi Kalimantan Timur, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menginginkan...
Pegiat Lingkungan Pesimis Mangrove di Balikpapan B... BALIKPAPAN - Pesatnya pembangunan Kota Balikpapan dan pemukiman di sejumlah titik, mengkhawatirkan para penggiat lingkungan. Pasalnya, pemerhati sekal...
Kendalikan Limbah, Balikpapan Bangun IPAL Komunal ... BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di kawasan Balikpapan Barat. Sarana tersebut dibutuhkan untuk ...
Awang Sebut Kaltim Bukan Penyumbang Asap Karhutla BALIKPAPAN --- Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, menegaskan daerahnya bukan penyumbang asap kebakaran hutan dan lahan atas persoalan asap...
Jaga Kebersihan Lingkungan, Balikpapan Bagi Zona P... BALIKPAPAN --- Menjaga lingkungan kota tetap bersih dan pengelolaan sampah, Pemerintah Kota Balikpapan membagi zona Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ...
Kaltim Targetkan 200 Unit ‘Proklim’ Kurangi Suhu B... SAMARINDA - Program Kampung Iklim (Proklim) yang ditargetkan terbentuk 200 unit di Provinsi Kalimantan Timur pada 2030, diyakini dapat membantu progra...
Balikpapan Konsisten Tegakkan Perwali Pengurangan ... BALIKPAPAN - Sejak dikeluarkan Peraturan Wali Kota Balikpapan Tahun 2018 mengenai pengurangan penggunaan kantong plastik, pemerintah kota gencar mengk...