Lebak Terus Tingkatkan Kualitas Produk IKM

165
Makanan olahan produk UMKM, ilustrasi -Dok: CDN

LEBAK – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Banten, berupaya meningkatkan kualitas produk industri kecil dan menengah (IKM), agar berdaya saing di pasar.

“Kami mengapresiasi sejumlah mitra karena delapan komoditas produk IKM ditampung di ritel moderen,” kata Kepala Seksi Argo Industri dan Hasil Hutan Disperindag Kabupaten Lebak, Maryasin, di Lebak, Selasa (3/4/2018).

Kedelapan produk IKM itu antara lain kopi aroma Badui, labeur jahe, gula semut, aneka makanan ringan, abon ikan, stik kenang, sale pisang dan kerupuk emping.

Produk IKM itu dapat ditampung ritel dan supermarket itu karena kualitasnya cukup bagus dan bisa bersaing di pasar. Peningkatan kualitas produk IKM itu tentu di antaranya harus memenuhi sejumlah persyaratan agar menembus supermarket itu.

Persyaratan itu di antaranya kemasan, pemberian sertifikasi halal yang diterbitkan MUI, sertifikasi organik, perizinan produk industri rumah tangga (PIRT), pemasangan barcode dan terdaftar di BPOM.

Pihaknya terus mendorong produk IKM lainnya menembus supermarket karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi juga menyediakan lapangan pekerjaan.

Pemerintah daerah juga menampung produk IKM untuk dipasarkan melalui Plaza Komoditas. “Semua pelaku usaha produk IKM itu dilakukan oleh masyarakat dengan nilai investasi antara Rp25 juta sampai Rp100 juta,” katanya.

Menurut dia, pihaknya terus meningkatkan kualitas produk IKM lainnya, terutama kerajinan masyarakat Badui seperti kain tenun, batik, tas koja dan aneka suvenir.

Produk kerajinan Badui itu nantinya akan ditingkatkan kualitasnya sehingga bisa menembus pasar supermarket. “Kami yakin, produk IKM masyarakat Badui bisa menembus pasar,” ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Wahab Rahmat, mengatakan pihaknya hingga kini terus mempromosikan produk UKM dan IKM melalui kunjungan pejabat negara juga pameran di luar daerah.

Promosi produk IKM dan UKM itu diharapkan dilirik oleh investor dengan menampung produk kerajinan warga Lebak. Produksi IKM dan UKM yang berkembang di masyarakat itu di antaranya kerajinan bambu, anyaman pandan, sale pisang, gula aren, tas, dompet, kopi, emping, abon ikan, keripik singkong, keripik pisang, keripik talas dan makanan tradisional.

“Kami minta standar persyaratan produk UKM dan IKM bisa dipenuhi oleh perajin sehingga diminati perusahaan besar,” katanya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.