Libur Paskah, Penumpang di Pelabuhan Bakauheni Melonjak

Editor: Satmoko

225

LAMPUNG – Libur panjang akhir pekan ditambah dengan libur hari raya Paskah 2018 di pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan berimbas pada lonjakan penumpang pejalan kaki dari pelabuhan Merak Banten dan dari terminal Rajabasa Bandarlampung.

Irawan, kepala terminal pelabuhan antarmoda Bakauheni menyebut kenaikan penumpang pejalan kaki sudah terjadi sejak Jumat (30/3) hingga Sabtu (31/3). Peningkatan disebutnya didominasi arus kedatangan penumpang pejalan kaki asal Pulau Jawa meski dari pulau Sumatera juga terlihat mengalami peningkatan.

Peningkatan penumpang kendaraan tersebut diakuinya dibandingkan hari biasa pada saat akhir pekan dengan jumlah penumpang rata-rata 2000 penumpang, pada libur Paskah tercatat mencapai 4000 penumpang.

Masyarakat yang akan berlibur ke Lampung dari Pulau Jawa rata-rata merupakan pekerja di sektor informal di Banten dan Jakarta. Dinas Perhubungan Kabupaten Lamsel disebut Irawan telah melakukan antisipasi adanya lonjakan penumpang pejalan kaki dengan armada yang cukup.

Irawan, kepala terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Pencatatan  dilakukan secara global dari setiap kendaraan travel dengan rata rata sepuluh penumpang, angkot sepuluh penumpang dan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mencapai lima puluh penumpang.

Kendaraan yang disiagakan disebutnya terdiri dari bus AKDP rute terminal Bakauheni ke Rajabasa, Lintas Timur sebanyak 50 unit, 60 unit kendaraan travel, 60 kendaraan angkutan pedesaan dan puluhan jasa ojek.

“Sebagian masyarakat yang berlibur selain menggunakan kendaraan pribadi banyak yang memanfaatkan fasilitas kendaraan umum bus, travel dan angkutan pedesaan sehingga kami siagakan personil dan armada yang cukup,” terang Irawan selaku kepala terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni, saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Minggu siang (1/4/2018).

Lonjakan penumpang pejalan kaki ikut berpengaruh pada permintaan travel terutama untuk wisata. Pada masa libur Paskah sejak dua hari sebelumnya ia menyebut puluhan travel sengaja dicarter khusus untuk ke lokasi wisata Pulau Pahawang dan sejumlah destinasi wisata di Lampung Selatan. Rata-rata pemilik travel tersebut bahkan sudah bekerjasama dengan sejumlah agen wisata.

Selain dipergunakan oleh para wisatawan ia menyebut kendaraan travel melayani panumpang pejalan kaki asal pulau Jawa yang akan menuju ke sejumlah kota di Lampung.

Meski terjadi lonjakan cukup signifikan jumlah armada yang disiagakan bisa melayani penumpang pejalan kaki. Tren peningkatan pejalan kaki pengguna angkutan umum  ikut terpengaruh banyaknya wisatawan yang menuju destinasi wisata.

“Peningkatan jumlah penumpang terjadi dibandingkan hari biasa namun dibandingkan hari besar lain belum begitu meningkat,“ terang Irawan.

Selain armada kendaraan yang cukup Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan disebut Irawan menyiagakan sekitar enam personil di terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni.

Bus antarkota dalam provinsi disiagakan di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Hingga Minggu siang (1/4) arus penumpang pejalan kaki masih terus mengalir dari pelabuhan Merak. Pihaknya juga menyebut terus berkoordinasi dengan pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah Banten.

Koordinasi disebutnya untuk melihat jumlah penumpang pejalan kaki yang naik dari Merak dan akan turun di Bakauheni. Koordinasi dilakukan untuk mengantisipasi habisnya kendaraan di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni Lampung.

Pada angkutan libur panjang sejak libur Imlek awal tahun dengan armada kendaraan yang cukup membuat penumpang tidak khawatir akan kekurangan armada terusan ke sejumlah wilayah.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.