Luhut Pastikan Keamanan dalam Pertemuan IMF di Bali

261
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan -Dok: CDN

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan Indonesia akan memberikan keamanan tertinggi dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia yang akan digelar di Bali, Oktober 2018.

Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/4/2018), Luhut yang menghadiri rangkaian Pertemuan Musim Semi IMF di Washington, Amerika Serikat menjelaskan, hingga saat ini persiapan acara internasional itu telah mencapai sekitar 67 persen.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan prosedur keselamatan untuk acara dilaksanakan dengan standar tertinggi, sementara pada saat yang sama meminimalkan gangguan dan memastikan tingkat kenyamanan para peserta,” katanya.

Luhut menjelaskan, tim keamanan Indonesia yang dipimpin oleh TNI dan Polri akan menjaga keamanan untuk sejumlah titik penting seperti lokasi pertemuan utama, bandara, dan tempat resepsi di Garuda Wisnu Kencana.

Pertemuan tahunan itu nantinya akan terkonsentrasi di kawasan Nusa Dua, yang terletak di bagian paling selatan Pulau Bali berjarak sekitar 30 menit berkendara dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

“Bagi sebagian dari Anda yang mungkin penasaran, tempat ini berjarak sekitar 100 kilometer dari Gunung Agung, yang terletak di bagian timur laut Bali,” katanya.

Ajang bergengsi itu pun telah mendapat dukungan kontrak dengan 21 hotel di mana ada lebih dari 4000 kamar yang dibuka untuk delegasi resmi, 89 tempat untuk ruang pertemuan serta hampir 600 ruang kantor, dan 55 pusat bisnis.

Pemerintah juga akan menyediakan sedan untuk para delegasi tinggi IMF-Bank Dunia dari 189 negara anggota. Sementara delegasi lainnya akan disediakan sekitar 250 bus sebagai angkutan antar tempat dan tempat penting selama pertemuan.

Terkait izin kedatangan, pemerintah akan menyediakan fasilitas bebas visa untuk 169 negara, visa kedatangan untuk 68 negara, dan visa bersyarat pada saat kedatangan.

“Pada dasarnya, semua anggota IMF-Bank Dunia akan difasilitasi dengan perhatian khusus dari kantor imigrasi kami untuk tujuan acara ini. Kami juga akan membentuk tim tugas khusus untuk mengantisipasi peningkatan aplikasi yang signifikan selama Pertemuan Tahunan,” ungkapnya.

Untuk bea cukai, pemerintah Indonesia akan mengeluarkan tanda bagasi unik yang diharapkan dapat digunakan oleh delegasi sehingga dapat membantu mempercepat proses penanganan bagasi selama kedatangan dan keberangkatan peserta dari Bali.

Selanjutnya, untuk membantu delegasi selama mereka tinggal di Bali, tim akan menyediakan petugas penghubung khusus untuk setiap Ggbernur IMF-Bank Dunia. Bagi delegasi yang berencana untuk membawa keluarga mereka ke Bali, pemerintah memberikan program pasangan atau keluarga dan program bagi wartawan.

Rencananya, akan ada tiga paket kunjungan dan kegiatan budaya sehari penuh yang terletak di bagian utara, barat, dan timur Bali dengan kapasitas maksimum 600 pasangan dan 100 jurnalis.

Sedangkan rencana evakuasi untuk kondisi darurat juga telah disiapkan termasuk layanan medis dan kesiapan infrastruktur teknologi informasi yang siap diuji pada Juli dan ditargetkan siap digunakan pada Agustus 2018.

Tiga kegiatan utama Ada tiga kegiatan utama yang akan diselenggarakan Pemerintah Indonesia sebagai negara tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Pertama adalah pertemuan Pemimpin ASEAN, yang merupakan pertemuan informal antara 10 pemimpin ASEAN, Direktur Pelaksana IMF, dan Presiden Bank Dunia.

Tujuan utamanya untuk acara ini adalah untuk menunjukkan komitmen para pemimpin ASEAN untuk mendukung IMF dan peran Bank Dunia dalam mengatasi tantangan pembangunan.

Kedua, yakni acara ramah-tamah akan memberikan kesempatan bagi para peserta Pertemuan Tahunan untuk mengalami beberapa warisan budaya Indonesia dalam bentuk Festival Makanan Indonesia, Pertunjukan Budaya, dan Paviliun Indonesia di mana para peserta dapat melihat beberapa pameran seni dan kerajinan, pameran pariwisata, serta beberapa informasi tentang perkembangan pembangunan Indonesia saat ini terutama yang berhubungan dengan infrastruktur.

Terakhir, adalah hajatan tuan rumah, di mana semua gubernur bank dunia dan delegasi resmi diundang bergabung dengan resepsi yang akan diselenggarakan oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat, 12 Oktober 2018, malam.

Luhut menegaskan, kesiapan Pemerintah Indonesia untuk keberhasilan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Ia berharap, pertemuan tersebut akan berperan pada tujuan bersama, yaitu untuk mengakhiri kemiskinan ekstrim dan mempromosikan kemakmuran bersama. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.