Macet, Sandi: Pedagang yang Pindah Tidak Sebanding dengan Lahan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

262

JAKARTA — Perbandingan lahan yang tersedia dengan jumlah pedagang pedagang Pasar Tasik ke kawasan Cideng Timur, Jakarta Pusat yang direlokasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ke belakang Pasar Tomas menyebabkan kemacetan.

Kemacetan di Jalan Cideng Timur tepatnya di sekitar Pasar Tomas hingga ke Jalan Jatibaru Raya menuju Kebon Sirih. Kemacetan mengular hingga 700 meter.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengakui perpindahan pedagang Pasar Tasik tersebut ke Cideng Timur tidak sebanding dengan persedian lahan. Pasalnya, kata Sandi, jumlahnya lebih banyak dari perkiraan awal.

“Karena kemarin ternyata ada penambahan jumlah pedagang sehingga masih ada yang berdagang di bahu jalan,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Dia mengatakan, pihaknya telah menemui penangungjawab pedagang yang menjaminkan tidak akan ada pedagang yang berdagang di bahu jalan. Lanjutnya, jika ditemukan, ia tidak segan-segan menindak.

“Yang kami temui, mereka menjamin bahwa kalau misalnya masih ada yang berdagang di bahu jalan, bisa kita tindak. Kita pindahkan untuk masuk ke Cideng Timur,” katanya.

Mantan pengusaha ini akan memberikan solusi untuk mengenai perluasan lahan yang bisa digunakan oleh pedagang. Langkah ini diharapkan bisa mengurai kemacetan.

“Penyiapan lahannya yang tadinya hanya sepertiga dan kami bisa tingkatkan menjadi setengah,” tandasnya.

Kemudian dia menuturkan proses negosiasi Pemprov dengan pedagang akan masih berlanjut. Pemprov menginginkan memberi ruang bagi pedagang untuk mencari nafkah tanpa melanggar aturan.

“Kami lagi cari regulasi yang bisa memungkinkan Pemprov DKI tetap bisa memberikan sarana dan lahan kepada para pengusaha tersebut khususnya memasuki bulan Ramadhan,” jelasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk