Mahasiswa Diharapkan Berperan Tangkal Faham Radikalisme

Editor: Irvan Syafari

313

MATARAM — Sebagai kaum intelektual dan agen perubahan sebagai generasi penerus, mahasiswa memiliki peranan penting dan bisa mengambil bagian penting dalam upaya menangkal faham radikalisme di kalangan mahasiswa sendiri maupun tengah masyarakat

Hal tersebut disampaikan Kasi Intel Korem 162/WB Letkol Czi Irawan Agung Wibowo, saat jadi pembicara seminar radikalisme yang diselenggarakan Badan Ekskutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (BEM UIN) Mataram, Kamis (19/4/2018).

“Faham radikalisme sekarang ini menjadi salah satu ancaman mengkhawatirkan bagi kedaulatan negara Indonesia. Oleh karena itu semua harus mengambil bagian untuk menangkal, termasuk mahasiswa,” kata Irawan.

Irawan menyampaikan, pola pergerakan faham radikal di Indonesia sekarang sangat beragam, langsung maupun tidak langsung, termasuk penyusupan indeologi kepada mahasiswa melalui berbagai organisasi yang ada di kampus.

Menurutnya, Radikalisme dapat terjadi karena ada ketimpangan dalam bidang ideologi, politik, sosial, ekonomi, kebudayaan di suatu wilayah. Maka dari itu sambungnya, sesuai dengan Undang-Umdang Nomor 34 tahun 2004, TNI berperan untuk menangkal Radikalisme di semua aspek terutama di kalangan Mahasiswa.

“TNI melalui satuan Komando Kewilayahan seperti Korem 162/WB dalam menangkal Radikalisme di wilayahnya, yakni melaksanakan pembinaan terhadap organisasi pelajar, mahasiswa dan kepemudaan melalui pendidikan wawasan kebangsaan,” katanya.

Melakukan sosialisasi dan pembentukan jaring teritorial dalam rangka meningkatkan rasa kepedulian masyarakat, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dengan seluruh elemen masyarakat sehingga timbul pemahaman yang positif dan hubungan yang positif antara masyarakat dan TNI melalui kegiatan ceramah, diskusi, Anjang sana maupun seminar seperti yang kita laksanakan sekarang ini.

Upaya terakhir yang dilakukan untuk mengurangi adanya ketimpangan tersebut dengan melaksanakan Bakti TNI dalam bentuk operasi bakti, baik sasaran fisik maupun non Ffsik untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk MoU dengan Perguruan Tinggi.

Dosen UIN Mataram, Dr Saleh Ending dalam kesempatan yang sama juga mengungkapkan, Perguruan Tinggi, terutama PTN Islam memiliki tanggung jawab besar ikut menjaga keberagaman di tengah masyarakat Indonesia yang sangat majemuk.

“Mahasiswa PTN terutama Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri harus mampu menjadi garda terdepan memelihara keberagaman bangsa Indonesia, tanpa membedakan suku, agama, ras dan antar golongan dalam bingkai NKRI,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.