Malaria Ancaman bagi Pariwisata di NTT

Editor: Irvan Syafari

252
Konradus Rindu ketua Asita kabupaten Sikka-Foto : Ebed de Rosary.

MAUMERE — Ketua Asosiasi Travel Agen (Asista) Kabupaten Sikka Konradus Rindu mengatakan, aspek kesehatan berpotensi menghambat perkembangan pariwisata di NTT. Untuk itu Pemerintah Provinsi NTT harus berfokus menanggulangi penyakit berbasis lingkungan.

“Selama ini daerah kita di NTT sangat terkenal dengan berbagai penyakit yang berbasis lingkungan seperti malaria yang sangat berpengaruh juga terhadap kunjungan wisatawan,” sebut Konradus kepada Cendana News, Jumat (13/4/2018).

Menurut Rindu aspek ini juga sangat diperhatikan oleh wisatawan asing.

“Bila sebuah daerah ada wabah penyakit maka wisatawan pasti membatalkan kunjungan ke daerah tersebut. Ini yang selalu kami alami dimana wisatawan pasti menanyakan hal ini apalagi ada pemberitaan di media,” tuturnya.

Konradus menambahkan,saat penyakit malaria sedang melanda Flores termasuk di Kabupaten Sikka. Wisatawan saat berkunjung pasti membawa obat anti malaria dan meminumnya saat berada di Sikka.

“Tapi dengan adanya kerja keras pemerintah daerah memberantas malaria dan menekan angka penyakit malaria di Sikka hingga di bawah satu persen, kunjungan wisatawan asing khususnya semakin meningkat,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Heribertus Ajo, pegiat pariwisata di Kabupaten Sikka. Heribertus memaparkan,bila ada kasus Kejadian Luar Biasa (KLB), maka ini sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan.

“Puluhan tahun kami bekerja di dunia pariwisata dan berhubungan dengan mendatangkan wisatawan ke Flores dan NTT, tentu kami harapkan peran aktif pemerintah guna menekan angka penyakit yang berbasis lingkungan,” sebutnya.

Dunia pariwisata tentu berhububgan erat dan membutuhkan dukungan dari sektor lainnya. Untuk itu peran aktif pemerintah khususnya Dinas Kesehatan dalam bekerja memberikan pengertian dan membuat masyarakat peduli terhadap kebersihan lingkungam dan kesehatan harus ditingkatkan.

“Kebersihan lingkungan harus juga jadi prioritas perhatian. Selama ini hampir di semua destinasi wisata, sampah masih berserakan dimana-mana. Sampah plastik yang sangat dibenci wisatawan asing pun masih berserakan,” terangnya.

Sekertaris Dinas Pariwisata provinsi NTT Welly Rahimone menegaskan, pemerintah provinsi NTT menyadari hal ini dimana dalam setiap kesempatan rapat kordinasi membahas pariwisata selalu menekankan hal ini.

“Tentunya ini juga harus menjadi konsen pemerintah kabupaten dan kota. Kami salut kepada pemerintah Kabupaten Sikka yang sukses menekan angka malaria dan penyakit rabies,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.