Manfaatkan Peluang, Penjual Durian Menjamur di Malang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

586

MALANG — Memasuki musim durian, memberikan peluang bagi sebagian warga yang ingin memperoleh keuntungan. Dengan rasa dan aroma khasnya, tidak sedikit masyarakat Indonesia tergila-gila dengan kenikmatan yang ditawarkan buah berkulit duri tajam yang satu ini, bahkan menjadikannya sebagai favorit.

Melihat peluang tersebut, tidak heran jika banyak masyarakat yang kemudian beralih pekerjaan menjadi pedagang musiman. Berbagai jenis buah durian pun coba mereka tawarkan untuk memikat pembeli.

“Di sini saya menyediakan jenis durian Manalagi, Petruk dan durian Montong lokal yang semuanya didapatkan dari daerah Ngantang Kabupaten Malang,” ujar salah satu penjual durian, Ibu Sujati (Mak Jati), ketika di temui Cendana News di tempat berjualannya.

Mak Jati sengaja mengambil berbagai jenis durian tersebut dari Ngantang karena memiliki kualitas bagus dan rasa yang mantab.

Mak Jati juga menjamin bahwa buah durian yang ia jual bukan merupakan hasil peraman tetapi masak pohon.

“Kalau durian yang saya bawa dari Ngantang ini asli masak pohon sehingga rasanya lebih nikmat,” akunya.

Dikatakan, dalam menjual buah durian, Mak Jati mempersilahkan setiap pembelinya untuk terlebih dulu mencicipi. Jika rasa tidak sesuai dengan yang diinginkan langsung diganti.

“Sebelum dibeli, pembeli boleh mencicipinya lebih dulu. Kalau tidak manis boleh di ganti,” ujarnya.

Menurutnya, rasa buah durian bermacam-macam. Ada yang rasanya manis hingga manis pahit, tergantung selera masing-masing pembeli. Tapi sekarang yang paling banyak di cari adalah durian dengan cita rasa manis pahit seperti durian montong lokal.

Lebih lanjut Mak Jati menyebutkan bahwa dalam sehari, ia bisa menjual 100 hingga 200 buah. Jumlah tersebut terbilang lebih sedikit jika dibandingkan saat ia mengikuti festival-festival di berbagai tempat yang bisa tembus hingga 800 buah.

“Kalau ikut festival seperti yang diadakan di lapangan Rampal tempo hari bisa terjual hingga 800 buah dengan keuntungan yang didapat kurang lebih 8 juta rupiah,” terangnya.

Disebutkan, untuk harga buah durian yang ia jual bervariasi tergantung ukuran dan jenis buah durian. Mulai dari harga 100 ribu dapat empat, 100 ribu dapat tiga, 100 ribu dapat dua dan harga 150 ribu rupiah khusus untuk durian montong lokal.

Sementara itu, jika Mak Jati harus menjual buah durian di pinggir jalan dengan menggunakan mobil, berbeda halnya dengan yang dilakukan salah seorang petani durian asal desa Sumberagung kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Bapak Amat.

Ia hanya sesekali menjual di pinggir jalan atau di pasar tetapi justru pembeli yang kebanyakan datang ke rumahnya untuk menikmati kenikmatan langsung dari kebun miliknya sendiri.

“Kalau pembeli yang datang langsung ke rumah tidak hanya dari Malang saja tetapi juga dari luar Malang,. Untuk durian lokal saya menjualnya mulai harga 40-100 ribu per buah,” sebutnya.

Lebih lanjut Amat mengaku bahwa sudah beberapa tahun belakangan ini dia bekerjasama dengan Universitas Brawijaya untuk mengembangkan beberapa jenis durian lokal di antaranya durian Jingga dan durian yang biasa disebut durian arab.

“Kalau durian Jingga teksturnya lebih kering, sedangkan durian arab ini keunggulannya bisa panen hingga dua kali dalam satu tahun,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...