Manjalung Ratu Zaleha Meriahkan Puncak HUT TMII

Editor: Mahadeva WS

488

JAKARTA – Peringatan puncak HUT ke 43 Taman Mini Indonesia (TMII) digelar di Gedung Teather Garuda, Jumat (20/4/2018) sore, dengan menampilkan sendra tari Manjalung Ratu Zaleha, Menuju Cahaya Negeriku. Sendra tari tersebut dipersembahkan Kalimantan Selatan (Kalsel) yang  kali ini menjadi icon ulang tahun TMII.

Sendra tari tersebut mengisahkan, Ratu Zaleha yang merupakan cucu tercinta Pangeran Antasari saat melakuka perlawanan  terhadap penjajah dengan darah dan air mata. Perjuangan dilakukan agar rakyat Kalsel bisa hidup bahagia, sejahtera dan merdeka.

“Jangan tanya apa yang diberikan negeri ini untuk kita, tapi tanyalah pada kita apa yang telah kita berikan untuk negeri ini. Ratu Zaleha memegang teguh prinsip itu,” kata Kepala Seksi Layanan dan Akomodasi Daerah Badan Penghubung Provinsi Kalsel, Wahyudiah Amuntai Arni kepada Cendana News ditemui usai acara.

Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo (sepuluh dari kanan) dan pemeran Ratu Zaleha (kedelapan dari kanan) berfoto bersama usai sendra tari “Manjalung Ratu Zaleha, Menuju Cahaya Negeriku” di Gedung Theater Garuda TMII, Jakarta, Jumat (20/4/2018) sore. Foto: Sri Sugiarti.

Diceritakan, setelah kakek dan orang tuanya wafat. Ratu Zaleha harus meneruskan perjuangan masyarakat Kalsel agar tidak dijajah oleh penguasa asing. Tekad bulat Ratu Zaleha untuk memperjuangkan kesejahteraan dan keamaman masyarakat Kalsel  terwujud dalam sebuah perlawanan demi perlawanan pada penjajah.

“Ratu Zuleha berprinsip haram manyarah waja sampai kaputing. Kalsel haram dijajah, sampai kapan pun akan diperjuangkan. Kalsel tidak boleh dijajah,” jelas Mumun demikian sapaannya.

Manjalung Ratu Zaleha, Menuju Cahaya Negeriku, bermakna pemimpin kemajuan bangsa. Yang kemudian lahir nyusul menyusul bersama kaum lelaki yang bijaksana dan berani. Mereka salah satu anak-anak Ibu Pertiwi yang menghiasi masa dulu ke cahaya gemilang nusantara.

Salah satu semangat juang Ratu Zaleha yang tercipta menanam cinta budaya sebagai anak bangsa di nusantara kecil TMII. Cinta kita kepada budaya nusantara bagaikan cahaya yang terpendam dari jiwa. Cahaya itu menerangi hati dan jiwa untuk selanjutnya kita bangga dan cinta negeri ini.

Cahaya itu menjadi pemandu kegembiraan dan kebahagian seluruh rakyat desa kita di seluruh Indonesia. “Cahaya itu bersinar terang benderang menjadikan Indonesia kembali pusat peradaban dunia,” ucap Kepala Bagian Produksi dan Kreatif Program Bidang Budaya TMII, Trimawarsanti.

Dalam kesempatan tersebut Kalsel menampilkan beragam seni dan budaya sebagai simbol kearifan lokal bangsa dipertunjukan oleh duta-duta budaya. Bahkan, kain Sasirangan dengan motif Rumah Banjar Bumbungan Tinggi menjadi busana seragam bagi seluruh karyawan TMII dan para undangan yang hadir pada puncak HUT ke 43.

Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor beserta seluruh jajaran kabupaten/kota Kalsel, atas dukungannya terhadap kegiatan pekan HUT ke 43 TMII. “Partisipasi Kalsel memeriahkan HUT ke 43 TMII memberikan warna tersendiri. Kami ucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor hingga event budaya nasional ini berjalan lancar dan sukses,” ungkap Tanri dalam sambutannya.

Baca Juga
Lihat juga...