Menhub Ubah Aplikator Daring Jadi Perusahaan Transportasi

Editor: Irvan Syafari

185

JAKARTA — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akhirnya memutuskan bahwa mode transportasi berbasis daring (online), yakni aplikator penyedia layanan transportasi akan berubah menjadi perusahaan transportasi. Hal ini dilakukan guna memberikan kejelasan hubungan bagi pengemudi daring (driver online) dengan penyedia layanan aplikator transportasi.

“Kita sudah memutuskan, khususnya berkaitan dua hal. Pertama berkaitan dengan berubahnya aplikator itu dengan perusahaan transportasi, dan kedua memberikan kesepakatan kepada pengemudi langsung berhubungan dengan perusahaan transportasi tersebut,” kata Budi Karya di Gedung Kementerian Perhubungan di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Namun dalam masa transisi, kata Budi Karya, pihak Kemenhub masih memberikan kesempatan kepada badan usaha atau koperasi yang selama ini menaungi pengemudi angkutan daring.

“Tapi kita tetap memberikan eksistensi badan usaha atau koperasi yang selama ini menaungi pengemudi daring sebelum berubah jadi perusahaan transportasi,” ungkapnya.

Berkaitan dengan dasar hukum Peraturan Menteri 108 Tahun 2017 itu tetap berlaku sebagai satu-satunya payung hukum untuk memberikan legitimasi bagi pengemudi angkutan daring untuk melaksanakan kegiatannya. Jadi tidak ada pencabutan, pembekuan pembatalan atau penundaan dan akan mengakomodir semua masukan dari para pengemudi angkutan daring.

“Selama ini aplikator hanya penyedia layanan daring, hanya sebatas itu. Nanti setelah aplikator menjadi perusahaan transportasi bisa berhubungan langsung dengan drive online dan hubungannya jelas,” ujarnya.

Berkaitan dengan tarip ojek daring, kata Budi Karya, seperti apa yang diamanatkan Presiden, KSP, dan Kementrian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika hanya memediasi agar ojek daring untuk melakukan diskusi dengan perusahaan masing-masing. Karena itu merupakan internal kedua belah pihak.

“Untuk tarip ojek daring, kita serahkan kepada pihak Gojek dan Grebe untuk melakukan diskusi. Kita hanya memediasi dan memberikan masukan. Kemarin kita sudah melakukan diskusi terkait tarip ojek daring ini,” ujarnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.