Menonton Kesenian Membuat Retno Marsudi Makin Cinta Indonesia

Editor: Mahadeva WS

316

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memiliki perhatian yang cukup besar terhadap kesenian. Di tengah kesibukannya sebagai seorang pembantu presiden, Retno masih tetap berusaha menyempatkan diri untuk menyaksikan pementasan teater Princess Pantura yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Retno tampak sangat berbahagia bisa berbaur dengan para penonton yang begitu memadati gedung pementasan. Banyak penonton yang menyapa yang dibalasnya dengan penuh keramahan. Bahkan ajakan berfoto bersama oleh para penonton yang berusaha ingin mengabadikan pertemuan langsung disetujui.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Foto Akhmad Sekhu)

“Pementasan teater Princess Pantura ini menurut saya bagus sekali,“ kata Retno Marsudi kepada Cendana News seusai menyaksikan pementasan teater Princess Pantura di Gedung Graha Bakti Budaya (GBB) Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Princess Pantura, bagi Retno memiliki guyonan yang segar sehingga membuatnya bisa rilek untuk menikmati pementasannya. Bahkan diakui cukup banyak pesan yang terkandung di dalan pementasan tersebut yang didapatkan.

Bersama suami, Retno mengaku sering menyaksikan berbagai pementasan kesenian. Mulai ddari teater, wayang kulit, wayang orang, hingga tari dan kesenian lainnya. “Saya memang senang sekali dengan pementasan seni-budaya,“ bebernya.

Kesenian tampaknya memang mempunyai arti tersendiri bagi Retno. Dengan menonton kesenian, membuatnya semakin mencintai Indonesia. Perempuan kelahiran Semarang,  27 November 1962 itu menyebut, Dirinya dulu adalah seorang penari. Sebagai orang Jawa, sejak kecil Dia belajar menari. Dan setelah dewasa Dia sering tampil menari.

“Menonton kesenian membuat dirinya semakin mencintai Indonesia. Menari itu olah rasa dan juga olah jiwa, ada filosofi yang sangat dalam dari gerakan-gerakan tari tersebut,” papar pemilik nama lengkap Retno Lestari Priansari Marsudi tersebut.

Retno memang sering tampil menari sampai saat menjabat sebagai Duta Besar Norwegia. Dia mengaku masih menari hingga sekira 2005. “Tapi kalau sekarang saya sudah tidak menari lagi karena kesibukan padat saya sebagai menteri dan karena saya sudah tua,“ tandasnya.

Perkembangan seni budaya di Indonesia saat ini menurut Retno sudah semakin maju. Masyarakat disebutnya, harus ikut mengembangkan seni di Indonesia, baik itu film, tari, dan bidang kesenian lainnya.

Baca Juga
Lihat juga...