Minyak Kemiri, Produk Kelompok Mantan Buruh Migran di Sikka

Editor: Irvan Syafari

372

MAUMERE –– Buruh migran yang selama ini mengadu nasib dengan bekerja di luar negeri setelah kembali ke kampung halamannya kembali menganggur, sehingga ingin kembali merantau guna memperbaiki nasib.

“Banyak perantau dan buruh migran yang tidak bekerja di desa mereka setelah pulang dari luar negeri karena masa berlaku visa mereka sudah habis ataukan dideportasi. Untuk itu mereka diberdayakan dengan memebntuk kelompok usaha,” sebut Pendamping Kelompok Mantan Buruh Migran ini, Mikael Renaldi Toda, Kamis (19/4/2018).

Mikael mengatakan, untuk desa Done dibentuk kelompok Usaha Bersama di Dusun Watu Wa, dengan produknya minyak kemiri yang dijual seharga 25 ribu rupiah untuk ukuran 100 mililiter.

Sementara di Desa Dobo terang Renold, dibentuk kelompok Murisama yang memproduksi minyak kelapa murni yang dijual 25 ribu rupiah untuk ukuran 600 mililiter. Kedua desa ini merupakan kantong buruh migran sehingga Kementrian Tenaga Kerja memberikan bantuan peralatan, mesin dan modal usaha awal untuk mengembangkan usaha.

“Saya sudah mendampingi kelompok sejak 5 bulan dan sedang memasuki masa kontrak baru di mana selama 7 bulan ke depan akan terus mendampingi kelompok di Desa Done dan Desa Dobo,” terangnya.

Pemasarannya, kata Renold dilakukan di swalayan di Kota Maumere atau melalui media sosial hingga ke luar daerah. Saat dirinya ikut pelatihan di Bogor, kebetulan banyak teman yang menyukai produk ini setelah ditawari, sehingga mereka sering memesan produk minyak yang dihasilkan.

“Kendala dalam mendampingi kelompok yakni jarak antar desa yang sangat jauh dan dengan pemikiran masyarakat yang masih berbeda dan minimnya pemasaran.Tapi setelah dibimbing mereka memiliki kemauan sehingga bisa mulai berkembang apalagi seminggu sekali melakukan produksi,” ungkapnya.

Dia menuturkan, bahan baku kelapa dan kemiri diambil dari potensi yang ada di kedua desa ini sehingga selain bisa memberdayakan masyarakat juga hasil perkebunan masyarakat di desa bisa terserap.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Sikka, Germanus Goleng mengatakan, pihaknya membantu kelompok di desa Done dan Dobo sebab kedua desa ini merupakan kantong Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sehingga Kementrian Tenaga Kerja memberikan bantuan modal dan peralatan.

“Kami membantu awalnya dengan modal dan sejak awal pelatihan kami mengajak mereka untuk bisa secara swadaya dengan mengumpulkan modal agar usaha ini bisa berkelanjutan. Perkembangannya sesuai pantauan kami masih berjalan dengan baik,” terangnya.

Untuk pemasaraannya tambah Germanus, pihaknya membantu menyediakan seorang tenaga honor untuk mendampingi kelompok tersebut.Pendampingan juga diperlukan agar kelompok tersebut bisa terus berkarya dan berkembang hingga menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.

Baca Juga
Lihat juga...