Nasi Kucing Angkringan Hadirkan Kerinduan Yogyakarta di Jalinsum

Editor: Satmoko

570

LAMPUNG – Nasi kucing atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan sego kucing merupakan menu kuliner yang kerap ditemui di Yogyakarta, Semarang dan Surakarta.

Pernah mengunjungi Yogyakarta dan mencicipi kuliner sego kucing, membuat Dahlan Berti Luhur dan istrinya Nina Lestari terkesan dengan angkringan yang menjual nasi kucing. Selanjutnya Dahlan mulai membuat nasi kucing bersama sang istri dan membuka angkringan Mas Blangkon untuk ciri khas Yogyakarta.

Dahlan menyebut porsi nasi kucing disajikan dengan porsi sedikit ditambah sambal orek terdiri dari ikan teri, tempe, kacang dan ditambah sate jeroan ampela, sate telur puyuh. Sesuai dengan penyajian nasi kucing yang kerap disajikan dalam bungkus daun pisang, Dahlan menggantinya dengan kertas nasi. Selain lauk berupa sambal orek ia juga kerap menambahkan menu telur bacem, ayam bacem dan mentimun.

Dahlan Berti Luhur menyiapkan menu nasi kucing yang dipesan pelanggan di angkringan Mas Blangkon Jalinsum KM 76 Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
“Aslinya masakan Jawa cenderung manis, sementara rasa pedas disukai orang Sumatera sehingga untuk sambalnya ditambah dengan cabai rawit, tambahan rasa pedas juga bisa dinikmati dalam lauk bakso jeder yang kami sediakan,” terang Dahlan Berti Luhur, pengelola Angkringan Mas Blangkon, penyedia menu nasi kucing di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 76 Penengahan, saat ditemui Cendana News baru-baru ini.

Nasi kucing yang menyesuaikan lidah orang Sumatera disebutnya sesuai dengan lokasi tempat berjualan. Proses pembuatan nasi kucing diakuinya terbilang sederhana karena tidak memerlukan bahan yang cukup banyak.

Nasi yang sudah matang dibungkus dalam wadah kertas nasi, satu centong nasi penuh lalu dilipat. Nasi kucing yang sudah dibungkus disiapkan dalam wadah khusus untuk disajikan kepada pelanggan.

Khusus untuk lauk, Dahlan menyebut bahan yang dipergunakan di antaranya tempe, bawang putih, bawang merah, kacang tanah, lengkuas, cabai merah, gula merah, garam. Tambahan bahan lain berupa balado teri dari ikan teri dengan bumbu sama untuk membuat kering tempe.

Salah satu pengunjung menikmati nasi kucing di angkringan Mas Blangkon [Foto: Henk Widi]
Setelah tempe yang diiris kecil-kecil digoreng semua bumbu yang sudah dihaluskan dimasak dalam wajan hingga harum dan bumbu merata ditambah dengan kacang goreng.

“Ikan teri yang digunakan bisa dipisahkan dengan orek tempe dan kacang namun agar lebih praktis sekalian dicampur dalam sambal orek,” papar Dahlan.

Selain menyiapkan sambal orek tempe lengkap dengan teri, penyiapan lauk pelengkap juga dilakukan. Dahlan mengaku juga menyediakan menu sate telur puyuh.

Sate telur puyuh dibuat dengan cara merebus telur puyuh dan menusuk dengan tusuk sate setelah dikupas. Selain itu sate jeroan dari ampela, ati dan usus juga kerap disajikan sebagai pelengkap menu nasi kucing.

Semua bahan yang sudah matang  disiapkan dalam wadah khusus sebab ciri khas sego kucing sudah dimasak di rumah dan siap disajikan di angkringan. Mengawali berjualan nasi kucing Dahlan menyebut, masih menjual puluhan porsi nasi kucing dengan harga Rp2.000 sudah termasuk sambal orek. Selain itu sate jeroan dan telur puyuh seharga Rp2.000 dan bakso jeder super pedas Rp1.000 per buah.

Berbagai menu pelengkap untuk menyesuaikan cita rasa Sumatera ditambah dengan bakso jeder. Bakso jeder dibuat dengan cara menumis bakso menggunakan sambal hijau yang pedas dan bisa dijadikan lauk nasi kucing. Dijual dengan konsep angkringan dan lesehan, Dahlan menyebut membuka angkringan nasi kucing miliknya sejak jam 5 sore hingga jam 2 pagi.

Lokasi di tepi jalan nasional membuat Angkringan Mas Blangkon bisa menjadi tempat mampir saat bepergian dari Bandarlampung menuju Bakauheni dan sebaliknya.

Hendrik, salah satu penikmat nasi kucing menyebut, terakhir menikmati nasi kucing saat dirinya mengunjungi Yogyakarta. Cita rasa dan penyajian nasi kucing yang khas bahkan bisa ditemuinya di Lampung di angkringan Mas Blangkon sehingga ia bisa merasakan cara menikmati kuliner ala Yogyakarta. Selain tempat yang nyaman,
harga yang terjangkau bisa menjadi pilihan menikmati kuliner nasi kucing di angkringan Mas Blangkon.

Menghadirkan angkringan diakui Dahlan menjadi keinginannya untuk memberi tempat bersantai bagi anak-anak muda di wilayah Penengahan. Selama ini warga kerap harus pergi ke wilayah lain untuk sekedar bersantai dengan tempat yang nyaman.

Konsep angkringan juga diakui Dahlan dibuat dengan harga yang terjangkau anak-anak muda. Selain sego kucing menu lain juga disediakan di antaranya kopi jozz, sate nelongso, es jeruk dan teh, wedang jahe, gorengan serta berbagai jenis makanan ringan.

Baca Juga
Lihat juga...