Panen Melimpah, Harga Gabah di Lombok Turun

Editor: Irvan Syafari

292

MATARAM — Hasil panen padi di sebagian besar wilayah NTB pada musim tanam tahun ini terbilang cukup melimpah. Meski sebagian tanaman padi petani sebelumnya sempat mengalami kerusakan, tapi luasan lahan tidak seberapa.

“Meski hasil panen melimpah, tapi harga gabah sekarang ini justru mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan awal Maret 2018,” kata Hulil Akram, seorang petani Kabupaten Lombok Tengah, Senin (2/4/2018).

Dikatkan, kalau awal Maret lalu, harga gabah yang dibeli langsung di tengah sawah mencapai 450 ribu rupiah  satu kuintal, sekarang turun menjadi 425 ribu rupiah per kuintal.

Hulil menduga, penurunan harga gabah tersebut, di samping karena hasil panen yang melimpah, juga adanya permainan antara mitra dengan pihak gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) yang membeli gabah petani.

“Pasti ada permainan antara para pengepul, makanya harga gabah mengalami penurunan,” katanya.

Marzuki, petani lain mengatakan, akibat penurunan harga tersebut, banyak petani semakin enggan menjual hasil panen dengan harga 425 ribu rupiah, karena dinilai belum layak dan bisa mengakibatkan mengalami kerugian.

Dikatakan, sebelum harga turun seperti sekarang, dimana harga gabah petani dibeli pihak pengepul dengan harga 450 ribu rupiah saja, tidak banyak petani mau menjual hasil panennya, apalagi dengan harga sekarang.

“Sampai saat ini kebanyakan petani masih memilih menyimpan hasil panen, dari pada menjual langsung, sambil menunggu harga gabah naik hingga 500.000 per kuintal,” katanya.

Baca Juga
Bank NTB Remi Menjadi Bank Syariah MATARAM – Bank Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dikonversi menjadi Bank Syariah. Perubahan status tersebut diharapkan bisa memberi warna, dan menjadi h...
Pemesanan Batako di Sikka Mulai Mengalami Peningka... MAUMERE --- Mulai dikerjakannya proyek infrastruktur oleh pemerintah, baik jalan maupun perumahan, membuat penjualan batako maupun paving block mengal...
Triwulan ll Tahun 2018, Pertanian NTB Mengalami Su... MATARAM --- Triwulan ll 2018, pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami surplus, dengan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 106,72 persen. Supl...
Usaha Tembakau Rajang di Lombok Raup Keuntungan Hi... LOMBOK --- Selain menanam tembakau untuk kebutuhan omprongan, sebagian petani Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat juga banyak menanam untuk dirajang dan...
Kembangkan Usaha, Pelaku UMKM Diminta Maksimalkan ... MATARAM – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta memaksimalkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pinjaman...
Kerajinan ‘Sedotan Bambu’ NTB Tembus Pasar Eropa d... Lombok - Salah satu hasil kerajinan yang banyak diminati wisatawan yang datang ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, adalah beragam kreasi kerajinan b...
Harga Gabah Tinggi, Petani Langsung Jual Hasil Pan... LOMBOK  - Harga gabah dinilai tinggi, sebagian petani di Lombok Nusa Tenggara Barat mulai menjual hasil panen yang sebelumnya disimpan di lumbung peny...