Pemerintah Diminta Pastikan Stok Sembako

Editor: Koko Triarko

155

SOLO — Pemerintah diminta untuk mengecek stok pangan secara nasional, menyusul semakin dekatnya bulan Ramadhan. Tak hanya cukup, sembako di pasaran juga diminta untuk dipantau ketat, agar tidak memberatkan masyarakat. 

“Musim prepegan (jelang puasa) pemerintah harus peka terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai masyarakat butuhnya pangan, tapi diberi bejikan lain,” kata Endang Srikarti Handayani, di sela Pasar Murah sembako bagi warga Selo, Boyolali, Solo, Jawa Tengah, Senin (16/4/2018).

Anggota DPR RI Endang Srikarti Handayani. -Foto: Harun Alrosid

Anggota DPR RI Dapil V Jawa Tengah itu menilai, saat ini masyarakat bawah tengah membutuhkan stok pangan yang lebih, dan  harganya murah. Sebab, jelang puasa ini, kebutuhan warga meningkat.

“Ini kebutuhan masyarakat tambah banyak, karena sudah prepegan mau ruwahan,” kata anggota Komisi VI DPR RI.

Ditekankan Endang, saat ini harga sembako masih tergolong tinggi. Karena itu, pihaknya meminta pemerintah kembali turun ke pasar untuk melihat secara langsung.

“Hasil investigasi saya, banyak masyarakat bawah yang menjerit harga sembako mahal. Ini harus dipikirkan dan dicarikan solusi,” tambahnya.

Memiliki mitra kerja BUMN, ia juga berjanji mengajak seluruh mitra kerjanya untuk turun ke masyarakat. Karena, dengan hanya turun, BUMN bisa melihat langsung apa yang dibutuhkan masyarakat.

“Saya juga akan mengajak BUMN-BUMN sebagai mitra kerja, agar juga tahu kondisi riil masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu warga Selo, Tukiyem mengaku jelang ruwahan ini kebutuhan keluarga meningkat. Tak hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, namun kebutuhan untuk tradisi semakin banyak.

“Kalau ruwahan banyak butuhnya. Untuk kenduri, buat tumpeng, lauk-pauk dan lain-lain. Belum lagi kalau untuk sadranan nanti, satu rumah bisa mengeluarkan uang Rp500 ribu lebih,” tandasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.