Pemkab Lebak Larang Nelayan Tangkap Benih Lobster

179
Ilustrasi Lobster-Foto: Dokumentasi CDN.

LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten melarang nelayan melakukan penangkapan benur (benih) lobster karena dilindungi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/2015.

“Kami sudah mengoptimalkan sosialisasi pelarangan tangkapan benur lobster sehingga tidak ada lagi nelayan maupun pengumpul terlibat hukum,” kata Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Rizal Ardiansyah di Lebak, Senin (16/4/2018).

Pihaknya menerima laporan bahwa nelayan dan pengumpul udang lobster warga pesisir Lebak ditangkap Kepolisian Daerah (Polda) Banten. Selama ini, masih banyak nelayan melakukan penangkapan benur lobster dan dijual ke penampung.

Padahal, katanya, penangkapan benur jelas dilarang dan bisa diproses secara hukum. Namun, nelayan dan pengumpul masih membandel hingga menjual bebas benur lobster berkisar Rp20.000/ekor sampai Rp50.000 per ekor.

Bahkan, petugas kepolisian pada 2017 sudah melakukan penangkapan terhadap pelaku penjualan udang lobster. Pelarangan tangkapan benur lobster bertujuan untuk pelestarian populasi udang tersebut.

Apalagi, benur lobster Kabupaten Lebak terbaik di dunia, di antaranya lobster mutiara, katanya.

Selama ini, banyak pelaku pemasok benur udang diekspor ke luar negeri sehingga berdampak terhadap populasi lobster, kepiting, dan rajungan di Tanah Air.

“Kami minta nelayan dapat melestarikan udang lobster dan tidak menangkap dan menjualnya,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, pemerintah daerah terus mengoptimalkan sosialisasi agar pengelola tempat pelelangan ikan (TPI) dan nelayan tidak melakukan peredaran penjualan benur lobster.

Pelarangan tangkapan benur udang lobster berukuran panjang di bawah delapan sentimeter dan berat 200 gram, termasuk telur udang itu.

Karena itu, pihaknya meminta nelayan dapat melestarikan dan membudidayakan benur lobster agar berkembang di pesisir selatan Lebak.

Sebab, harga lobster jika dipanen cukup mahal sehingga bisa meningkatkan pendapatan ekonomi nelayan.

“Kami minta nelayan dapat mengembangkan budi daya lobster dibnadingkan menjual benur lobster,” ujarnya.

Sejumlah nelayan TPI Binuangeun Kabupaten Lebak Iming (45) mengatakan, pihaknya mendukung larangan tangkapan benur dan telur lobster sesuai dengan kebijakan pemerintah guna pelestarian populasi udang tersebut.

“Kami dan nelayan di sini tidak berani menangkap dan menjual benur lobster karena dilarang dan bisa berhadapan dengan hukum,” katanya (Ant).

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.