banner lebaran

Pemkot Nyatakan Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, Berkurang

Editor: Koko Triarko

339

BALIKPAPAN — Berbagai upaya membersihkan perairan Teluk Balikpapan dari tumpahan minyak terus dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan bersama stakeholder dari Pertamina, TNI, Polri, Pertamina dan masyarakat.

Dari pantauan Pelaksana tugas Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, disebutkan limbah tumpahan minyak semakin berkurang dan upaya pembersihan ditargetkan empat hari ke depan perairan bersih dari limbah minyak.

Sejak Selasa (3/4), pembersihan dilakukan dengan menggunakan alat oil boom yang dilaksanakan oleh Pertamina. Oil boom adalah peralatan yang digunakan untuk melokalisir atau mengurung tumpahan minyak di air. Oil boom dapat melokalisir dan mencegah minyak menyebar dan mencemari area yang lebih luas.

“Saya berharap sesuai komitmen insyaallah dalam waktu empat hari ini bersih. Pembersihan dengan oil boom dilaksanakan oleh pertamina. Dengan alat itu disedot naik ke kapal setelah itu limbahnya akan dinetralisir,” katanya, di sela meninjau pembersihan proses pembersihan tumpahan minyak, Rabu, (4/4/2018).

Ia menyebutkan, seluruh stakeholder, Polri, TNI, perusahaan termasuk masyarakat terus bekerja keras membersihkan perairan Teluk Balikpapan dari cemaran minyak.

Upaya lain yang dilakukan juga menetapkan darurat lingkungan selama 15 hari, sehingga semua lapisan masyarakat terlibat untuk peduli terhadap Teluk Balikpapan.

“Kita juga sudah tetapkan darurat selama 15 hari selama peristiwa itu. Targetnya beberapa hari, empat hari sejak kemarin yang dikoordinir oleh KSOP perairan Teluk Balikpapan sudah bersih. Mudah-mudahan paling tidak lebih dari itu atau lebih cepat darurat itu akan dicabut kita lihat kondisi di lapangan,” ucap Rahmat yang juga politisi Golkar ini.

Menurutnya, saat ini kondisi limbah yang tumpah di perairan sudah berkurang. Dan, limbah yang dikumpulkan akan dibuang pada limbah penampungan Pertamina.

“Lihat sendiri limbah sudah mulai berkurang, mudah-mudahan segera diatasi. Limbah ini dikumpulkan nanti dibuang di limbah penampungan Pertamina,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) SIKAP Balikpapan, Ebin Marwin, mendorong pihak kepolisian dalam hal ini Polda Kaltim untuk mengungkap kasus ini, karena terkait dengan kerusakan lingkungan.

“Kepolisian tidak perlu takut terhadap penyelesaian kasus ini untuk segera menetapkan siapa yang harus bertanggungjawab. Karenanya, kami mendorong Polda Kaltim untuk mengungkap kasus ini untuk kebaikan masyarakat,” tukasnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini belum diketahui penyebab terjadinya tumpahan minyak yang mencemari perairan Teluk Balikpapan. “Maka, mendesak segera menetapkan atau mencari tahu siapa penyebabnya. Kita pun tidak bisa langsung menetapkan penyebabnya siapa, dan yang bertanggungjawab siapa. Kita hanya merasakan dampaknya,” tambah Ebin.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.