Pemprov Banten Promosikan Wisata Lewat “Seba Baduy”

270
Ilustrasi orang Baduy-Foto: Dokumentasi CDN.

SERANG — Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata Provinsi Banten akan menggelar prosesi budaya “Seba Baduy” (seba artinya berkunjung) pada 20 sampai 22 April 2018 di Kota Serang, sekaligus sebagai ajang mempromosikan destinasi wisata lainnya di Provinsi Banten.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Banten Eneng Nurcahyati di Serang, Senin (16/4/2018) mengatakan, Seba Baduy tahun ini tidak akan kalah istimewa dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tidak hanya event seba saja yang bisa dinikmati, potensi alam Banten dan wisata sejarahnya menjadi paket lengkap bagi wisatawan ketika turut serta dalam prosesi budaya tahunan masyarakat adat Baduy tersebut.

Potensi pariwisata Provinsi Banten sangatlah besar dan lengkap. Baik wisata bahari, wisata alam hingga wisata sejarah yang dibalut dengan budaya yang sangat kaya. Dengan Festival “Exciting Banten on Seba Baduy”, kami akan mengangkat itu semua dan mengemasnya dengan baik,” kata Eneng.

Menurut Eneng, Banten selama ini menjadi tujuan warga Jakarta untuk berwisata. Bukan hanya jaraknya yang dekat, tetapi juga pesonanya yang luar biasa.

Eneng mengatakan, Banten memiliki beberapa pantai yang menarik. Diantaranya Pantai Anyer, Pantai Carita, Pantai Karang Bolong, Pantai Sawarna, serta kawasan Tanjung Lesung.

“Deretan pantai ini selalu menjadi pilihan warga ibu kota untuk berwisata. Bahkan Pantai Sawarna merupakan salah satu spot favorit untuk berolahraga surfing karena ombaknya cukup baik,” kata dia.

Eneng juga mengungkapkan bahwa Banten mempunyai beberapa pulau yang sangat cantik. Diantara pulau tersebut yakni Pulau Tunda dengan panoramanya yang rupawan, Pulau Sangiang yang begitu eksotis, atau Pulau Dua yang menjadi persinggahan burung-burung langka dari berbagai belahan dunia.

“Belum lagi, gunung api fenomenal yakni Gunung Anak Krakatau yang juga menjadi daya tarik tersendiri,” kata dia.

Gunung yang juga menjadi bagian dari Provinsi Lampung itu, kata dia, pernah menghebohkan dunia dengan letusannya.

“Letusan yang dirasakan diberbagai benua dan ikut mempengaruhi iklim dunia,” kata Eneng.

Selain itu, kata dia, Provinsi Banten juga memilik Taman Nasional Ujung Kulon. Taman Nasional ini menjadi rumah terakhir bagi badak bercula satu yang sangat langka. Provinsi Banten juga memiliki banyak peninggalan cagar budaya masa lalu yang terhampar dari Tangerang Selatan hingga Banten Lama.

Peninggalan cagar budaya tersebut berupa situs sejarah yang telah menjadi bagian perkembangan budaya Banten sejak dahulu kala. Karena Banten merupakan salah satu kota pelabuhan tertua di Pulau Jawa.

“Ada Benteng Speelwijk, Keraton Kaibon, Masjid Agung Banten, Vihara Avalokitesvara, Keraton Surosawan serta Museum Situs Purbakala Kerajaan Banten,” katanya (Ant).

Lihat juga...

Isi komentar yuk