Pemuda ini Bangun Rumah Impian dari Hasil Berwirausaha

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

721

LAMPUNG — Usia muda bukan halangan berwirausaha dengan menciptakan lapangan kerja bagi dirinya dan memberi manfaat bagi orang lain.

Jumad (22), warga dusun Buring desa Sukabaru kecamatan Penengahan yang beberapa tahun sebelumnya bekerja sebagai karyawan pangkas rambut membuat dirinya bisa banyak belajar mengembangkan usaha hingga mendapatkan modal untuk peralatan.

Perjuangan Jumad yang tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi diperlihatkan dengan menciptakan usaha sendiri. Hasil dari menjadi tukang pangkas rambut bahkan membuatnya mendirikan sebuah rumah impian.

Awalnya usaha pangkas rambut ditekuni Jumad di rumah semenjak 2016 pasca dirinya berhenti sebagai karyawan di Bandarlampung.

“Saat kembali saya membuka usaha pangkas rambut di bawah pohon mangga dengan sebuah gubuk kecil yang dibuat oleh orangtua dan usaha semakin dikenal oleh warga sekitar hingga ke kecamatan lain,” terang Jumad pemuda pemilik usaha pangkas rambut di dusun Buring kecamatan Penengahan saat ditemui Cendana News baru baru ini.

Jamad
Rumah geribik bambu, tempat usaha awal Jumad di dusun Buring desa Sukabaru Penengahan Lamsel [Foto: Henk Widi]
Di depan rumah geribik milik kedua orangtuanya, Jumad memulai usaha pangas rambut awalnya dengan pelanggan maksimal lima orang perhari. Usahanya tak sia sia dengan adanya plang nama JMD menjadikan semakin dikenal.

Keberadaan usaha pangkas rambut yang ditekuninya bahkan semakin maju setelah dirinya ikut audisi mencukur rambut siswa SMA Kebangsaan. Pengelola sekolah dengan sistem asrama milik Yayasan Insan Cendekia tersebut semula memintanya untuk mencukur siswa dengan gaya potongan seperti pendidikan taruna militer.

Selain pengelola, hasil potongan rambutnya bahkan disukai oleh para siswa sehingga dari beberapa angkatan sehingga siswa memilih di tempat Jumad.

“Para siswa akhirnya direkomendasikan untuk memangkas rambut kepada saya dan bahkan sudah menjadi pelanggan tetap setiap pekan,” cetusnya.

Kerapian dan ketelatenan dalam mencukur membuatnya bisa melayani sekitar 250 hingga 300 orang perbulan. Bahkan menjelang hari istimewa, seperti hari raya Idul Fitri ia bisa memangkas rambut mencapai 400 orang.

Snak dari pasangan Wagiman (50) dan Mariam (49) menyebutkan, menciptakan lapangan usaha menjadi cita citanya sejak kecil. Ia terinspirasi dengan Rudi Hadi Suwarno salah satu penata rambut terkenal yang bisa membuka lapangan usaha bagi banyak orang.

Dari hasil dari jasa pangkas rambut, pelan pelan dibelikannya material semen 130 sak, 14.000 batu bata, kayu 2 kubik, genteng 2.000 buah, keramik 30 kardus serta bahan pelengkap lain.

“Rumah yang dibangun selama tiga bulan semenjak September tahun lalu hingga awal tahun ini murni hasil usaha jasa pangkas rambut sekaligus lokasi usaha saya yang baru,” papar Jumad.

Pengaplikasian hasil usaha untuk membuat rumah sekaligus tempat usaha pangkas rambut JMD menjadi investasi. Ia membangun rumah berukuran 6 x 7 meter dengan ruang tamu dipakai menjadi warung, tempat pangkas rambut di sebelahnya dan kamar tidur serta dapur.

Jamad
Rumah mungil hasil usaha pangkas rambut Jumad sekaligus lokasi usaha pangkas rambut dan warung [Foto:Henk Widi]
Berdasarkan kalkulasi tukang bangunan dari semua bahan bangunan termasuk jasa tukang rumah hasil usaha pangkas rambut yang dibangun disebutnya senilai Rp170juta.

Ia menyebut nilai tersebut sebagian merupakan kerja keras usaha jasa pangkas rambut dan menabung selama beberapa tahun. Bahan baku kayu semuanya merupakan tanaman pohon yang sengaja ditanam dikebun dan cukup mengeluarkan upah penebangan dan pembuatan kusen.

Bahan baku pasir, batu belah sebagai pondasi merupakan hasil mencari di sungai oleh sang ayah yang berprofesi sebagai pemecah batu dan pengumpul pasir. Selain investasi dalam bentuk rumah, tempat usaha ia mengaku mulai membuat warung kecil menyediakan jajan anak anak, kebutuhan rumah tangga.

“Selain mengembangkan jasa pangkas rambut, warung menjadi usaha bagi ibu dengan belanja bulanan berkisar tiga juta untuk barang yang dijual,” papar Jumad.

Rumah minimalis sebagai tempat jasa pangkas rambut JMD, warung kini menjadi bukti kerja keras Jumad. Sebagai pemuda desa ia bahkan mengaku ingin menginspirasi bahwa pemuda harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kondisi tersebut mencegah pemuda merantau ke kota dalam arus urbanisasi.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.