Pengiriman Bantuan Buku ke Lamsel Terus Meningkat

Editor: Koko Triarko

337

LAMPUNG – Meningkatnya kepedulian akan pentingnya literasi, terlihat dengan meningkatnya suplai bantuan buku dari berbagai wilayah yang dikirimkan kepada para pegiat literasi di Lampung Selatan.

Sugeng Hariyono, pegiat literasi motor pustaka, berkoordinasi dengan PT. Pos Indonesia (Persero) dalam program kirim buku gratis pada tanggal 17 setiap bulannya. Selama sepuluh bulan terakhir, sejak program kirim buku gratis diluncurkan pada awal Mei 2017, grafik pengiriman buku terus meningkat.

Sugeng Hariyono menyebut, sesuai rekapitulasi kiriman buku setiap tanggal 17 periode Mei 2017-Februari 2018, tercatat ada kenaikan produksi, berat dan biaya kirim.

Deni, Kepala Kantor Pos Penengahan Lampung Selatan, salah satu kantor pos yang digunakan untuk pengiriman dan penerimaan buku gratis pada tanggal 17 setiap bulan [Foto: Henk Widi]
Sugeng Hariyono menyebut selalu mendapat laporan bulanan dari PT. Pos Indonesia sebagai pegiat literasi dan fasilitator perpustakaan seru Lampung Selatan. Grafik produksi dalam bentuk karung (koli) pengiriman sejak bulan Mei 2017 disebutnya hanya sekitar 171 koli, mencapai puncaknya pada Januari sebanyak 3.685 koli. Sementara berat dari semula hanya 728,6 kilogram mencapai puncaknya pada Januari 2018 seberat 21.640,4 kilogram.

“Grafik peningkatan produksi pengiriman buku pada setiap bulan memperlihatkan kepedulian masyarakat pada literasi untuk pendidikan generasi muda cukup tinggi, khususnya melalui bantuan buku bacaan,” papar Sugeng Hariyono, Kamis (19/4/2018).

Selain produksi pengiriman berdasarkan koli dan berat, biaya kirim buku dari awal program kirim buku gratis (Free Cargo Literacy)  mengalami peningkatan. Biaya kirim pada awal Mei 2017 senilai Rp34.620.627 terus meningkat hingga awal Januari 2018 mencapai 1.055.255.340.

Secara keseluruhan, Sugeng Hariyono menyebut selama sepuluh bulan terakhir produksi pengiriman buku sebanyak 19.796 koli, berat sebanyak 123.677 kilogram dan biaya kirim sebanyak 6.745.092.181.

Buku-buku tersebut dikirim dari 34 provinsi di Indonesia untuk pustaka bergerak, sekolah, taman baca masyarakat, perpustakaan desa dan pegiat literasi lain.

Dari data yang selalu dikirim kepada Sugeng Hariyono dari PT. Pos Indonesia, penerima buku terbanyak dalam program tersebut adalah provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 4.527 koli seberat 31.958 kilogram. Produksi pengiriman tersebut bahkan mencapai biaya sebesar Rp2.153.354.420 lebih tinggi dari beberapa provinsi lain di Indonesia.

Seluruh buku yang dikirim melalui program pustaka bebas bea tersebut dikirim ke ratusan simpul pustaka bergerak Indonesia (PBI), dengan jumlah mencapai ribuan relawan.

Khusus di provinsi Lampung, sesuai data terakhir hingga bulan April ada 67 simpul pustaka yang aktif dan data tersebut masih bisa bertambah. Selain dari donasi pribadi, Sugeng Hariyono menyebut ada komunitas yang secara khusus menjadi dermawan dan relawan pengumpul buku.

Saat ini, ada 19 komunitas dermawan dan relawan pengumpul buku yang telah terverifikasi dan ikut mendukung upaya peningkatan pendidikan melalui penumbuhan minat baca.

“Para pengumpul dan penyumbang buku menjadi bagian penting dalam gerakan pustaka bebas bea dan agar buku bisa dimanfaatkan dengan baik,” papar Sugeng.

Setelah menerima buku di setiap pegiat literasi, kata Sugeng Hariyono, dianjurkan menyebar buku untuk membangun simpul-simpul pustaka di daerah masing-masing.

Semakin banyak pustaka yang tumbuh akan meningkatkan minat baca masyarakat dengan buku-buku yang dikirimkan secara gratis.

Sugeng Hariyono juga menyebut, dari setiap buku yang dikirim tersebut selalu dilakukan proses penyortiran menyesuaikan tingkat umur pembaca buku. Setelah buku disortir selanjutnya akan diletakkan di rak buku atau dibawa menggunakan motor pustaka bergerak.

Deni, Kepala Pos Penengahan Lamsel, menyebut petugas pos akan mengirimkan paket buku dari seluruh Indonesia ke pegiat literasi. Menurutnya, di wilayah Penengahan tercatat ada sekitar empat pegiat literasi yang kerap mendapat pengiriman dan dikirim buku gratis. Sesuai jadwal pengiriman yang dilakukan pada tanggal 17, rata-rata bisa diterima setelah kurun waktu satu minggu.

“Umumnya untuk pengiriman luar Jawa kerap dilakukan dengan paket kilat, sementara di lingkup pulau Jawa paket biasa,” beber Deni.

Program yang digagas oleh PT. Pos Indonesia bekerja sama dengan Pustaka Bergerak Indonesia (PBI) tersebut cukup membantu para pegiat literasi. Setiap bulan, buku yang diterima dan dikirim melalui pos Penengahan mencapai puluhan kilogram.

Kondisi tersebut menyesuaikan banyaknya pengirim dari beberapa wilayah Indonesia ke pegiat literasi di wilayah Penengahan. Total keseluruhan di Lampung tercatat saat ini ada 67 simpul pustaka yang terdata di pos.

Baca Juga
Lihat juga...