Perayaan Paskah, Uskup Ajak Umat Katolik Gunakan Hak Pilih

Editor: Satmoko

229

LAMPUNG – Ratusan umat Katolik dari berbagai stasi di paroki unit pastoral Bakauheni merayakan Hari Raya Paskah di gereja Santo Petrus dan Paulus stasi Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan.

Perayaan hari kebangkitan Yesus Kristus tersebut menjadi perayaan Paskah gabungan umat Katolik di Kecamatan Penengahan, Kalianda, Palas. Pengamanan dari petugas kepolisian terlihat dengan proses sterilisasi bagian altar oleh anggota Ajun Inspektur Satu Gunawan dari Polsek Penengahan.

Misa Paskah 2018 di gereja Santo Petrus dan Paulus diawali dengan prosesi perarakan dari sankristi dengan iringan misdinar, lektor dan pastor Wolfram Safari, Pr. Kondisi gereja yang hanya berkapasitas sekitar 300 umat tersebut membuat sebagian umat harus mengikuti misa Paskah di luar gereja. Sebagian di aula gereja.

Mengambil tema “Bangkit dan Bersemangat Hidup Baru” perayaan Paskah didominasi dengan warna putih sebagai simbol kemuliaan dan kesucian atas kebangkitan Yesus Kristus.

“Paskah tahun ini sekaligus mengingatkan visi keuskupan Tanjungkarang agar gereja Katolik di Lampung bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat ditandai dengan harmonisasi keluarga,” terang Pastor Wolfram Safari dalam perayaan Minggu Paskah di gereja katolik Santo Petrus dan Paulus Pasuruan Kecamatan Penengahan, Minggu (1/4/2018).

Perayaan Paskah yang sudah dimulai dengan malam vigili Paskah disebutnya sudah dirayakan di sejumlah gereja di antaranya gereja Santo Kristoforus dan gereja Kalianda. Keterbatasan pastor paroki membuat sebagian gereja merayakan Paskah dengan jadwal pagi hingga sore dan gabungan dari berbagai stasi lain.

Pemercikan air baptis sebagai simbol janji baptis umat Katolik [Foto: Henk Widi]
Seperti pada malam Vigili Paskah Pastor Wolfram Safari, Pr, pada homili atau khotbahnya juga menyampaikan surat gembala Paskah dari Uskup Dioses Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Pesan Paskah atau Surat Gembala Paskah tersebut menjadi nasihat bapa uskup untuk umat Katolik di Lampung.

Surat gembala Paskah 2018 dengan “Tema Bangkit dan Bersemangat Hidup Baru”. Dalam pesan Paskah tersebut Pastor Wolfram Safari menyebut tidak ada kesuksesan bisa dicapai tanpa kerja keras. Contoh tersebut diberikan oleh Yesus Kristus yang rela menanggung sengsara, wafat di kayu salib karena mempertahankan kebenaran.

“Kebangkitan Yesus menjadi bukti kerahiman Allah yang mengendaki persatuan manusia melalui karya penebusan,” terang Pastor Wolfram.

Selama masa prapaskah umat Katolik merenungkan pertobatan untuk rekonsiliasi antara sesama manusia dan Allah. Melalui kerendahan hati manusia dalam Paskah Allah memperlihatkan sikap pengampunan dan memberi keteladanan dalam diri Yesus Kristus. Hidup berdamai dengan manusia akan menjadi contoh damai bagi setiap manusia dan dalam keluarga.

Selain pesan Paskah menekankan damai antarmanusia, retret agung gereja Katolik Lampung menjadikan tahun 2018 sebagai tahun keluarga. Melalui keluarga kehadiran Allah bisa diperlihatkan oleh setiap anggota keluarga yang bisa melayani satu sama lain tanpa pamrih. Selain itu dalam tahun politik surat gembala juga menyebut agar umat bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik dan memilih pemimpin yang baik.

Pembacaan surat gembala Paskah dan homili oleh Pastor Wolfram Safari, Pr [Foto: Henk Widi]
Pada tahun politik ditandai dengan pemilihan kepala daerah di provinsi Lampung diharapkan umat bisa memilih dengan hati nurani. Sebagai anggota masyarakat, bangsa dan anggota gereja Katolik  akan memilih pemimpin yang menjadi salah satu hak politik dengan menjaga keutuhan dan keharmonisan.

“Perayaan Paskah menjadi inspirasi dalam mengikuti pesta demokrasi dan memilih dengan hati merdeka untuk memilih pemimpin yang baik,” ungkap Pastor Wolfram Safari.

Pesan gembala juga bahkan memberi pilihan untuk memilih pemimpin yang baik, berjiwa nasional, tidak membedakan SARA, tidak korupsi, memperhatikan kepentingan dan menjunjung kebhinekaan dan Pancasila, kedaulatan NKRI. Selain itu umat Katolik memiliki pilihan merdeka untuk tidak memilih pemimpin yang hanya mementingkan pribadi dan golongan. Pemillihan kepala daerah disebutnya sekaligus untuk menjadikan bangsa Indonesia dipandang positif bangsa lain.

Pastor Wolfram Safari juga dalam homilinya menambahkan perayaan Paskah merupakan momen untuk perubahan. Perubahan tersebut ditandai dengan sikap pengakuan dosa sekaligus pertobatan sebelum perayaan Paskah. Perayaan Paskah diawali dengan pertobatan dalam sakramen pertobatan.

“Bagi Gereja Katolik Paskah menjadi salah satu titik penting kehidupan iman yang bersumber dari peristiwa Paskah,” tegas Pastor Wolfram.

Setelah Paskah menjadi refleksi bagi umat sebagai penebus dosa, penyelamat karena iman Katolik bersumber dari Paskah. Momen Paskah disebutnya harus menjadi refleksi untuk keluarga terutama gereja Katolik Lampung guna menjadikan tahun 2018 sebagai retret agung keluarga. Selain memberi efek bagi keluarga kecil Paskah juga bisa menjadi efek bagi keluarga besar berbangsa dan bernegara.

Sesudah homili, perayaan Paskah dilanjutkan dengan doa umat meriah dan persembahan Ekaristi. Momen perayaan Minggu Paskah juga menjadi masa pembaharuan janji baptis yang menjadi sumber iman Katolik. Perayaan Ekaristi Minggu Paskah yang ditandai dengan pembaharuan janji baptis, penerimaan komuni kudus, pemberkatan anak-anak dilanjutkan dengan kegiatan silaturahmi Paskah di aula gereja Santo Petrus dan Paulus.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.