Percepat Industri Hilir, Kaltim Perlu Canangkan Insentif

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

402

BALIKPAPAN — Guna mempercepat industri hilirisasi Provinsi Kalimantan Timur, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai perlu mencanangkan insentif dalam mendorong investasi baru.

“Untuk mempercepat realisasi industri hilir, tetap perlu kemudahan bagi investor. Itu tetap diperlukan,” kata Ketua Apindo Kaltim, Slamet Brotosiswoyo di Balikpapan, Selasa, (17/4/2018).

Kendati telah dilaksanakan ‘direct call’ atau rute ekspor langsung melalui Balikpapan di pelabuhan peti kemas Kariangau, namun pihaknya mengatakan belum sepenuhnya menjamin percepatan hilirisasi.

“Memang direct call bisa meningkatkan potensi ekspor dari Balikpapan maupun daerah lainnya di Kaltim. Tapi bisa berkali-kali kalau ada investor baru untuk membuka peluang baru khususnya industri hilirisasi,” tandas Slamet.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Zairin Zain mengungkapkan, beberapa program yang menjadi prioritas di tahun 2019 adalah industri hilirisasi.

“Makanya di Musrenbang untuk tahun 2019 industri hilirisasi kita genjot. Yang tadinya ekspor bahan mentah langsung maka langsung bahan jadi artinya difersivikasi,” terangnya.

Apalagi direct call sudah diimplementasikan tahun ini maka Kaltim akan terus mencari sumber investasi baru seperti sektor perikanan, pertanian dan pariwisata.

“Yang memang kontribusinya dari sektor itu untuk PAD masih 20 persen, sedangkan 80 persennya dari pajak kendaraan,” bilang Zairin.

Berdasarkan data produk pertambangan masih mendominasi komoditas ekspor, dengan andil 88,81 persen. Disusul hasil pertanian dan perkebunan 4,54 persen, hasil industri kimia 3,57 persen, dan hasil kayu olahan 2,08 persen. Kemudian, hasil industri logam 0,10 persen dan hasil perikanan dan kelautan 0,31 persen.

Baca Juga
Lihat juga...