Perempuan Berada di Garis Depan Aksi Protes Palestina

162
Ilustrasi bentrok di Jalur Gaza - Foto Dokumentasi CDN

GAZA – Ada pemandangan langka di Gaza, Palestina. Perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan di Jumat (13/4/2018) antara warga Palestina dengan tentara Israel di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel.

Tembakan gencar peluru dan gas air mata oleh tentara Israel tidak menghalangi perempuan demonstran untuk bergabung dalam protes mingguan di daerah perbatasan Jalur Gaza. Ribuan orang Palestina berkumpul di bagian timur Jalur Gaza untuk menggelar protes mereka dalam pertemuan terbuka ketiga kalinya berturut-turut guna menentang Israel.

Sebagai bagian dari pertemuan terbuka enam-pekan yang diberi nama Pawai Akbar Kepulangan, yang dimulai pada 30 Maret, rakyat Palestina menggelar lima pertemuan terbuka di bagian timur Jalur Gaza di sepanjang perbatasan dengan Israel untuk berdemonstrasi.

Aksi tersebut direncanakan mencapai puncaknya pada 15 Mei yang ditetapkan sebagai hari setelah peringatan ke-70 kemerdekaan Israel tapi diperingati oleh rakyat Palestina sebagai Hari Nakba, atau Hari Bencana. Pada Jumat ketiga aksi  tersebut, perempuan Palestina melemparkan batu ke arah tentara Israel sementara yang lain mengibarkan bendera Palestina di sepanjang pagar pembatas.

Perempuan lain membawa ban karet dan mengangkutnya buat demonstran yang membakar ban itu untuk menghalangi daya pandang tentara Israel guna menghindari jatuhnya korban jiwa di kalangan pemrotes. “Kehadiran saya pada pertemuan terbuka ini ialah untuk membantu kaum pria dalam perjuangan nasional,” kata Salsabil, seorang perempuan Palestina berusia 23 tahun, selama protes di Kota Gaza, Sabtu (14/3/2018) siang.

Salsabil, yang berasal dari pengungsi Kota Jaffa di Israel mengatakan, demonstrasi damai itu memerlukan keikut-sertaan semua unsur masyarakat. “Bergabung dalam protes semacam ini membawa kami lebih dekat dengan kembali ke rumah kami. Kami dipaksa meninggalkannya,” kata wanita itu, sambil memegang batu di tangannya.

Perempuan muda tersebut mengatakan, Dia tahu berbahaya buatnya untuk berada di tempat semacam itu. Tetapi Dia menegaskan bahwa penting buat semua perempuan untuk terlibat dalam masalah nasional mereka.

Di dekat Salsabil seorang wanita lainnya Sarah (20) membawa ban mobil buat demonstran dan membantu para pemuda menarik kawat berduri yang dipasang oleh tentara Israel di luar pagar perbatasan. “Perempuan Palestina adalah bagian yang menyatu dalam masyarakat, hari ini mereka membuktikan ini,” kata Sarah setelah ia memberikan satu ban mobil kepada pemrotes bertopeng.

Sarah menyebut, perjuangan nasional dan mempertahankan hak pengungsi untuk pulang tak terbatas pada kaum pria. Perempuan Palestina selalu berada di garis depan. Selama protes Jumat (1 3/4/2018), satu orang Palestina tewas dan sedikitnya 968 orang lagi cedera dalam bentrokan antara demonstran Palestina dan tentara Israel di bagian timur Jalur Gaza. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.