banner lebaran

Pertumbuhan Ekonomi di Ciayumajakuning, Lambat

262
BI, ilustrasi -Dok: CDN

MALANG – Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi kawasan Ciayumajakuning, Jawa Barat, selama tiga tahun terakhir melambat signifikan dan daerah yang paling besar perlambatannya di Kabupaten Indramayu.

“Pertumbuhan ekonomi di Ciayumajakuning dalam kurun waktu tiga tahun cenderung melambat, kalau dibandingkan rata-rata Jawa Barat,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Rawindra Ardiansah, di Malang, Jumat (20/4/2018).

Perlambatan pertumbuhan ekonomi di Ciayumajakuning yang terdiri dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan, kata Rawindra, tidak lepas dari pergeseran atau berubahnya sumber pertumbuhan ekonomi.

Seperti di Kota Cirebon dan sebagian Kabupaten Cirebon yang sebelumnya mengandalkan sektor industri, kemudian berubah ke sektor perdagangan.

“Begitu juga di sebagian Kabupaten Cirebon dan Kuningan, pertaniannya menurun dan digantikan oleh industri,” ujarnya.

Rawindra mengataka,n pertumbuhan ekonomi di Ciayumajakuning dalam kurun waktu tiga tahun menunjukkan perlambatan. Sebelumnya pada 2014 pertumbuhan ekonomi di kawasan itu mencapai 5,39 persen, sedangkan pada 2015 turun drastis menjadi 4,91 persen, kemudian pada 2016 pada angka 4,73 persen dan 2017 mencapai 4,8 persen.

Perlambatan tersebut, kata Rawindra, disumbang oleh semua kota dan kabupaten, namun yang paling menonjol yaitu Kabupaten Indramayu. Pada 2015, pertumbuhan ekonomi Indramayu hanya 2,16 persen, 2016 mencapai 0,08 persen dan 2017 mencapai 3,28 persen. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.