Perwakilan Guru di Flotim Mengadu ke Dewan

Editor: Koko Triarko

190

LARANTUKA – Sejumlah perwakilan kepala sekolah dari 19 Sekolah Dasar (SD) di Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur (Flotim), mendatangi Gedung Bale Gelekat DPRD Flotim, meminta kejelasan terkait kesejahteraan para guru.

“Kedatangan kami untuk berkomunikasi dengan para anggota dewan selaku wakil rakyat, agar membantu kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga. Kami juga minta agar dibuatkan kebijakan supaya 19 SD di pulau Solor bisa dibantu,” sebut Elias Hayon, Selasa (17/4/2018).

Ketua DPRD kabupaten Flores Timur, Yoseph Sani Bethan. -Foto: Ebed de Rosary

Elias menyebutkan, para guru yang tergabung dalam  Komunitas Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) di pulau Solor mendesak, agar hak-hak para guru dihargai secara profesional serta uang kesejahteraan para guru direalisasikan tepat pada waktunya.

“Tunjangan yang menjadi hak para guru jangan sampai penyalurannya terlambat, sebab peran guru SD sangat besar dalam mengurangi angka buta huruf dan menanamkan karakter yang kuat kepada generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Para guru, lanjut Elias, juga mempersoalkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang pencairannya tidak segera dilakukan, sehingga dikuatirkan akan menganggu proses belajar mengajar. Dana BOS menjadi sumber dana utama untuk membiayai segala kegiatan di sekolah.

“Dana BOS  triwulan l dan ll ada sekolah yang sudah cair, sementara untuk  triwulan lll dan IV ada sekolah yang bahkan belum cair sama sekali. Hal ini menyebabkan dana yang tidak dikelola pada 2017 menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA),” sebutnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flotim seharusnya memprioritaskan segala hal yang berkaitan dengan sektor pendidikan, termasuk dana BOS. Pendidikan jadi sektor penentu untuk menciptakan genarasi muda yang berkualitas.

Ketua DPRD Flotim, Yoseph Sani Bethan, mengatakan, DPRD Flotim sangat mengapreasi langkah yang dilakukan para guru dan akan memfasilitasi pertemuan dengan Dinas PKO Flotim, agar dicarikan solusinya.

“Kami akan memfasilitasi rapat bersama Dinas PKO, agar secepatnya dicarikan solusi,” ungkapnya.

Nani, sapaannya, juga berharap agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan, sehingga murid tidak dirugikan sambil menunggu solusi. “Kami akan menyampaikannya kepada pemerintah, agar permasalahan para guru tidak terjadi kembali, apalagi ini menyangkut kesejahteraan para guru dan dana untuk oprasional sekolah,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.