Peserta Aktif KB di Lebak Capai 199.229 PUS

384
KB, ilustrasi -Dok: CDN

LEBAK – Jumlah peserta program Keluarga Berencana di Kabupaten Lebak, Banten, menembus 199.229 pasangan usia subur (PUS), sehingga dapat mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di daerah itu.

“Kita menargetkan peserta aktif KB tahun ini sebanyak 43.558 PUS,” kata Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KB-P3A) Kabupaten Lebak, Tajudin Yamin, di Lebak, Senin (2/4/2018).

Pemerintah daerah terus bekerja keras dengan mengoptimalkan pelayanan agar peserta aktif KB bisa terealisasikan, di antaranya melalui pelayanan pos kesehatan, posyandu, pustu, rumah sakit, dan puskesmas.

Selain itu, pelayanan bergerak dengan melibatkan pemangku kepentingan, antara lain melalui kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK), Bakti Gerakan Organisasi Wanita (GOW), Bhayangkara, Bakti PKK dan Kampung KB.

Selama ini, minat masyarakat, khususnya PUS, di Kabupaten Lebak cukup tinggi sehingga dapat menekan laju pertumbuhan penduduk. Bahkan, pemerintah daerah sudah bisa menekan angka pertambahan penduduk dari tahun ke tahun melalui optimalisasi program KB.

Saat ini, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan setempat, angka kelahiran mencapai 3.000 per tahun. “Kami berkomitmen untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dengan mengoptimalkan program KB,” katanya.

Saat ini, jumlah PUS di Kabupaten Lebak tercatat 285.413 PUS, namun direalisasikan peserta aktif KB sebanyak 199.229 PUS. Dari 285.413 PUS itu hingga 2018 yang terindikasi belum menjadi peserta aktif KB sebanyak 86.184 PUS.

Pemerintah daerah setempat menargetkan tahun ini sebanyak 43.558 PUS. Sebagian besar di antaranya berupa kontrasepsi jenis suntik dan pil yang banyak diminati kaum ibu dibandingkan dengan alat kontrasepsi jenis lain.

Untuk penggunaan alat kontrasepsi, kata dia, jenis suntik sebanyak 92.823 orang, pil 52.361 orang, implant (susuk) 22.795 orang, IUD 6.649 orang, dan kondom 2.538 orang.

Ia mengatakan, pencapaian untuk medis operasi pria (MOP) atau vasektomi pria 2.602 orang dan MOW (vasektomi wanita) 2.469 orang hingga kini masih rendah.

Selama ini, minat masyarakat untuk mengikuti program KB mengalami peningkatan karena memiliki jaringan kemitraan hingga ke pelosok pedesaan. “Saya akan bekerja keras untuk meningkat peserta KB baru, karena tingkat kesadaran masyarakat sudah tumbuh untuk mencapai kehidupan yang sejahtera dengan dua anak itu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, program KB tidak hanya kebutuhan pemerintah, tetapi menjadi kebutuhan masyarakat untuk mengendalikan LPP kabupaten. Saat ini, jumlah penduduk di Kabupaten Lebak 1,2 juta jiwa, dengan LPP 1,58 persen per tahun.

Pemerintah daerah mendorong Kampung KB dijadikan “lokomotif” agen pembangunan di desa sehingga dapat mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Selama ini Kampung KB yang tersebar di 28 kecamatan mampu menyejahterakan masyarakat.

Keberhasilan itu, katanya, tidak lepas dari tinggi partisipasi masyarakat untuk mendukung pemberdayaan berbagai bidang pembangunan, seperti ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan budaya.

Saat ini, kata dia, pelaku ekonomi masyarakat di Kampung KB berkembang dengan tumbuh pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) memproduksi aneka makanan, kerajinan bambu, anyaman pandan, hingga produksi industri logam.

Selain itu, PUS di Kampung KB menjadi peserta aktif akseptor KB. “Kami yakin pencapaian program KB ini mampu menyejahterakan masyarakat juga dapat menekan penduduk,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...