Petani di Bantul Kesulitan Cari Bibit Kubis Kembang

Editor: Koko Triarko

326

YOGYAKARTA — Sejumlah petani di kabupaten Bantul, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bibit sayuran, khususnya jenis kubis kembang.

Kelangkaan tersebut mulai terjadi sejak awal musim tanam, lalu. Padahal, sayuran jenis kubis kembang ini merupakan tanaman favorit para petani sayur, karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Petani sayur, Ngadiman. –Foto: Jatmika H Kusmargana

Salah seorang petani di Dusun Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Sleman, Ngadiman, mengaku sudah mencari bibit tersebut ke sejumlah toko pertanian hingga ke wilayah Sleman, namun tak juga mendapatkannya.

Akibat kelangkaan tersebut, ia pun beralih menanam jenis sayuran lain seperti sawi dan kangkung, meski nilai jual tanaman sawi dan kangkung lebih rendah dibanding kubis kembang.

“Saya sudah cari beberapa toko pertanian tapi semua stok kosong. Tidak hanya di Bantul, tapi juga sampai ke Sleman. Akhirnya saya hanya menanam sawi dan kangkung,” katanya.

Sebelumnya, Ngadiman menanam sayuran jenis kubis kembang di lahan pertaniannya seluas kurang lebih 500 meter. Ia mengku bisa menjual satu ikat kubis kembang seharga Rp10 ribu per ikat. Namun, kini ia mengaku hanya menanam sayur jenis sawi dan kangkung dengan harga jual sekitar Rp5,000 per ikatnya.

“Kelangkaan ini mungkin terjadi, karena banyak petani yang ingin menanam kubis kembang. Sehingga stok saat musim tanam habis. Mestinya saat musim tanam seperti saat ini stok ditambah, sehingga petani tidak sulit mencari. Karena kalau kita memakai bibit stok tahun lalu, kadang kualitasnya sudah menurun,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...