Petani Pilih Jual Beras ke Pedagang Karena Harga Tinggi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

292

MAUMERE — Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Maumere belum bisa menyerap beras dari para petani di kabupaten Sikka dikarenakan harga masih sangat tinggi, berkisar antara Rp11 ribu hingga 12 ribu rupiah per kilogram.

“Bulog belum bisa membeli beras dari petani lokal sebab harga berasnya masih sangat tinggi,” tutur Kepala Bulog Divisi Regional Maumere I Putu Suantara, Senin (2/4/2018).

Kepala Bulog Maumere
Kepala Bulog Divisi regional Maumere I Putu Suantara. Foto : Ebed de Rosary

Kepada Cendana News, Putu menjelaskan, sesuai Inpres Nomor 5 tahun 2015, Bulog diperkenankan membeli beras dari petani dengan harga sesuai standar. Untuk harga gabah kering panen di petani sebesar Rp.4.440 per kilogram dan di penggilingan sebesar Rp.4.500 per kilogramnya.

“Kalau untuk gabah kering giling di penggilingan, Bulog membeli dengan harga Rp5.520 per kilogram sementara harga jual di gudang Bulog sebesar Rp5.580 per kilogramnya,” terangnya.

Untuk harga beras yang dijual Bulog beber Putu, dijual dengan harga Rp8.760 per kilogramnya.

“Sudah sejak awal musim panen bulan Februari hingga sekarang belum ada petani maupun penggilingan yang menjual,” terangnya.

Salah seorang petani asal Magepanda Silvester, Reku kepada Cendana News mengakui, rata-rata petani di kecamatan Magepanda tidak pernah menjual beras kepada Bulog Maumere karena harga belinya terlampau murah sehinggga petani merasa rugi.

“Petani lebih suka menjual beras kepada pembeli perorangan atau pedagang beras yang menjualnya kembali di pasaran lokal sebab harga jual asal Magepanda minimal 10 ribu rupiah per kilogramnya,” tuturnya.

Ditambahkan Silvester, rata-rata harga jual gabah kering di tingkat petani sebesar Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogramnya sementara untuk beras giling dijual petani dengan harga Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogramnya.

“Biasanya kalau membeli dalam jumlah banyak harga beras bisa dijual hingga Rp.9.000 per kilogramnya saat panen raya. Tetapi rata-rata para petani banyak yang menjual kepada pedagang yang sudah biasa membeli sebab petani sudah menerima uang muka dan wajib menjualnya kepada pedagang tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...