banner lebaran

Peternak di Lhokseumawe Lebih Suka Kambing Lokal

234
Kambing, ilustrasi -Dok: CDN

LHOKSEUMAWE – Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menyatakan para peternak di daerah itu lebih dominan membudidayakan kambing lokal ketimbang peranakan dari luar.

Kepala Bidang Produksi dan Usaha Peternakan Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara, Muzakkir, mengatakan hampir semua tempat usaha peternakan kambing milik masyarakat setempat, umumnya membudidayakan jenis kambing kacangan atau lokal.

Hal itu, katanya, karena budi daya kambing kacangan lebih mudah dalam pemeliharaannya dan menyatu dengan kondisi alam setempat.

Ia mengatakan, kalau budi daya kambing peranakan dari luar daerah, seperti jenis etawa, butuh waktu lama untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan. Bahkan, karena sulitnya beradaptasi dengan lingkungan, ternak menjadi mudah terserang penyakit, seperti kembung.

Ia mengatakan, jenis kambing kacangan ukuran tubuhnya kecil, tetapi memiliki daya tahan yang lebih kuat dan sudah terbiasa dengan kondisi alam serta cuaca di Aceh Utara.

Selain itu, katanya, pedagang lebih menyukai kambing lokal untuk kebutuhan rumah makan dan usaha kuliner lainnya. Apalagi, jumlah rumah makan yang menjual kari kambing di daerah itu saat sekarang mengalami perkembangan.

Muzakkir menyebutkan, jumlah ternak di Aceh Utara yang dipotong selama 2017 mencapai 15.699 ekor.Dari 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, kecamatan yang paling tinggi angka pemotongan ternak kambing adalah Kecamatan Dewantara yang mencapai 1.995 ekor disusul Kecamatan Tanah Jambo Aye sebanyak 1.520 ekor dan Kecamatan Lhoksukon sebanyak 1.315 ekor, sedangkan yang paling rendah angka pemotongan ternak kambing adalah Kecamatan Lapang sebanyak 270 ekor. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.