Pilkada NTT, Rakyat tak Peduli Program Cagub

285
Ilustrasi -Dok: CDN

KUPANG – Pengamat otonomi daerah dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Tomy Susu, berpendapat rakyat tidak pernah peduli dengan program yang ditawarkan para calon gubernur selama masa kampanye.

“Program yang ditawarkan kepada rakyat apakah menyentuh atau tidak, hanya dipikirkan oleh para analis, wartawan, akademisi, politisi, dan sedikit mahasiswa. Rakyat tidak peduli,” kata Tomy Susu, di Kupang, Selasa (3/4/2018).

Dia mengemukakan hal itu, terkait program yang ditawarkan para kandidat calon gubernur selama masa kampanye sudah menyentuh kepentingan rakyat banyak atau belum.

Kampanye yang dilakukan para calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 sedang berlangsung, dan puncaknya pada debat terbuka antarkandidat pada 5 April 2018 di Stasiun TV swasta.

Menurut dia, rakyat tidak tahu, bahkan tidak peduli apalagi berpikir tentang program dan sentuhannya. Bagi rakyat, siapa pun gubernur atau bupati yang terpilih, pada gilirannya akan menjadi pemerintah yang berkewajiban memenuhi kebutuhan dasar warganya.

Karena itu, siapa pun calonnya, tetap saja akan bercerita tentang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kesejahteraan masyarakat dan itulah hak-hak civil warga negara.

“Saya jadi pemerintah, juga akan berwajiban untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, karena itulah hak-hak civil sebagai warga negara,” katanya.

Bahwa kemudian ada banyak TKI ilegal yang sengsara dan mati di luar negeri, rakyat akan meminta pertanggung jawaban pemerintah. Tetapi, ketika ada banyak TKI legal atau ilegal yang berkinerja baik, bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya di kampung, mengirim uang setiap bulan untuk bayar SPP anak atau saudaranya yang sekolah, bangun rumah bagus di kampung, tidak perduli pada pemerintah. Artinya, pemilih sekarang masih jauh dari diskusi tentang program-program yang ditawarkan para kandidat calon gubernur maupun bupati.

“Mahasiswa saya semester dua ilmu pemerintahan, bahkan tidak tahu nama-nama calon gubernur, apalagi jenis kelamin, asal-usul, status calon saat ini dan nomor urut,” katanya.

Karena itu, dia menyarankan agar sebaiknya memilih gubernur atau bupati yang punya hati nurani untuk publik. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk