Pleno KPUD Sikka, Jumlah DPT Meningkat 13.939 pemilih

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

636

MAUMERE — Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Sikka menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 187.672 pemilih. Kegiatan yang berlangsung di aula Karmel Maumere dihadiri pengurus PPS dan PPK dari 21 kecamatan serta oleh penghubung dari ketiga Pasangan Calon (Paslon) dan Panwaslih Sikka.

“Dengan masukan dan penegasan dari Paslon dan pengawas kita dapat menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan gubernur NTT dan wakil gubernur NTT serta bupati Sikka serta wakil bupati Sikka tahun 2018 sebanyak 187.672 pemilih,” tegas ketua KPU Sikka, Vivano Bogar, SFil, Kamis (19/4/2018).

Jumlah DPT ini, kata Vivano, lebih banyak dari daftar pemilih sementara (DPS) yang sudah ditetapkan sebelumnya sebesar 173.733 pemilih atau bertambah sebanyak 13.939 pemilih setelah dilakukan pendataan kembali.

“Tambahan pemilih diakibatkan adanya pemilih baru yang sudah genap berusia 17 tahun serta ada pemilih yang belum didata saat awal dan melapor setelah Daftar Pemilih Sementara (DPS) diumumkan sehingga nama mereka didata,” ungkapnya.

Untuk pendataan pemilih kata Vivano, petugas yang melakukan pendataan datang dari rumah ke rumah sehingga minim sekali terjadinya kesalahan dalam melakukan pendataan pemilih.

“Jumlah DPT sebanyak 187.672 pemilih didominasi oleh pemilih perempuan sebanyak 101.580 dan pemilih laki-laki sebesar 86.092 orang yang tersebar pada 21 kecamatan dan 147 desa dan 13 kelurahan di kabupaten Sikka,” terangnya.

Selain bertambah, sambung Vivano, pihaknya juga menemukan adanya data ganda dan data pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) seperti meninggal dunia, pindah domisili, terganggu jiwa atau ingatannya dan beralih status menjadi TNI dan Polri.

“Ada sekitar 4 ribu pemilih lebih yang megalami perubahan dari DPS karena adanya pemilih baru dan TMS. Pemilih baru dikurangi dengan TMS sehingga didapat angka DPT,” jelasnya.

Ketua KPU Sikka
Ketua KPU kabupaten Sikka, Vivano Bogar, SFil. Foto : Ebed de Rosary

Aswan Abola, Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Panwaslih Kabupaten Sikka menyebutkan, sesungguhnya semua yang berproses saat pendaftaran pemilih hingga ditetapkan DPT, sudah dilakukan sesuai dengan rekokendasi yang diberikan Panwaslih Sikka.

“Berbagai temuan dan pengawasan yang dilakukan oleh kami telah ditindaklanjuti. Semua rekomendasi tersebut pun telah ditindaklanjuti oleh KPU kabupaten Sikka sehingga ada perubahan dan perbaikan dalam DPT,” sebutnya.

Aswan berharap agar masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik agar bisa melakukan perekaman. Selain itu warga yang mungkin saja sudah memiliki KTP elektronik tetapi belum didata agar segera melapor.

“Kami berharap agar semua masyarakat yang memiliki hak pilih bisa menggunakan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT serta bupati dan wakil bupati Sikka tanggal 27 Juni 2018 nanti,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...