PLN Kaja Ketapang, Pangkas Pohon Berpotensi Ganggu Jaringan

Editor: Koko Triarko

395

LAMPUNG — Petugas PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero melakukan pemeriksan rutin terhadap jaringan listrik di wilayah kecamatan Ketapang.

Koordinator kantor jaga (Kaja) Ketapang PLN Rayon Kalianda, Adi Wiyanto, mengatakan, pemeriksaan rutin dilakukan di sepanjang jalan lintas Timur perbatasan Lampung Timur dan Lampung Selatan.

Menurutnya, letak jalan lintas timur yang berada di pesisir pantai Timur Lampung berpotensi terjadi pohon tumbang akibat angin kencang dan juga semakin tingginya sejumlah pohon peneduh di wilayah tersebut.

Sejumlah pohon peneduh merupakan pohon yang ditanam oleh masyarakat sebagai peneduh. Meski demikian, sejumlah pohon kerap mengganggu jaringan listrik, sehingga harus dipangkas.

Adi Wiyanto, Koordinator kantor jaga PLN Ketapang rayon Kalianda mengawasi para pekerja dalam proses pemangkasan pohon di tepi jalan [Foto: Henk Widi]
Pemangkasan dilakukan seizin pemilik, karena sebagian pohon di dekat jaringan listrik ditanam warga. Sebelum tumbang dan menimpa kabel listrik serta menyentuh kabel tegangan menengah dan tegangan tinggi, pemangkasan dilakukan oleh petugas PLN.

“Kami melakukan pemangkasan pohon dengan prosedur izin kepada pemilik pohon, namun pada pohon yang berada di tepi jalan langsung kami pangkas agar tidak mengganggu kabel jaringan listrik,” terang Adi Wiyanto, ditemui Cendana News di jalan lintas Ketapang Karangsari, Senin (16/4/2018).

Berbagai jenis pohon yang kerap ditanam warga di depan halaman rumah berbatasan dengan jalan, katanya, tumbuh menjulang hingga ke kabel listrik. Pemangkasan dilakukan pada bagian ranting pohon tanpa melakukan penebangan. Sebab, sebagian pohon merupakan tanaman produktif, seperti pohon kelapa, mangga, kelengkeng. Sedangkan pohon peneduh seperti akasia mangium, randu, mahoni, jati putih, gelodokan.

Pohon yang menjulang selain bisa tumbang akibat banyaknya ranting dan daun yang lebat, juga berpotensi mengakibatkan induksi pada kabel listrik jaringan tegangan menengah dan tegangan tinggi, yang bisa mengakibatkan listrik padam secara otomatis.

Mengantisipasi kondisi tersebut petugas PLN melakukan pemeriksaan rutin ke sejumlah wilayah dengan memangkas pohon di tepi jalan.

Selain melakukan pemeriksaan rutin, Adi Wiyanto juga memasang call center di setiap titik penting agar mudah diakses warga. Call center tersebut juga dipegang oleh setiap aparat desa untuk memudahkan warga yang ingin memangkas pohon. Sebab, selama ini sebagian warga memiliki pohon yang harus dipangkas namun tidak berani memangkasnya akibat dekat dengan kabel listrik.

Pemangkasan pohon juga kerap dilakukan setelah terjadinya seorang pelajar SMP bernama Frengky Febriawan (15) warga Karangsari Jatiagung, Lamsel, tewas tersengat listrik. Pelajar MTS Asyifa Jatiagung tersebut tersengat listrik saat memasang banner di sebuah pohon.

Kejadian tersebut membuat petugas pemangkasan ranting pohon terus melakukan pengawasan, agar tidak ada kabel listrik yang menjuntai ke kabel listrik.

Sebagai antisipasi keselamatan pekerja, Adi Wiyanto juga memastikan dirinya selalu menerapkan standar keselamatan saat bekerja kepada pekerja. Sebanyak enam personel saat melakukan pemangkasan pohon menggunakan helm, alat pemangkas berupa sengget, tali, gergaji mesin, tangga lipat serta kendaraan operasional ditandai dengan rambu lalu lintas saat berhenti.

“Banyak warga yang enggan pohon miliknya dipangkas, namun banyak juga yang senang karena tidak membahayakan warga,” papar Adi Wiyanto.

Pada pemangkasan di dekat trafo di wilayah Ketapang, Adi Wiyanto menyebut pemangkasan pohon didahului dengan pemadaman jaringan listrik. Hal tersebut selain memperhitungkan keselamatan pekerja juga menjaga hal-hal tidak diinginkan. Petugas kaja Ketapang bagian pemangkasan pohon harus berkeliling ke sejumlah wilayah untuk memeriksa pohon di dekat jalan.

Baca Juga
Lihat juga...