PLN Terapkan LSP di Kalimantan, Permudah Layanan Listrik

Editor: Koko Triarko

208

BALIKPAPAN — Setelah Pulau Jawa dan Sumatera, kali ini layanan satu pintu (LSP) siap diimplementasikan bagi seluruh pelanggan PLN se-Kalimantan. LSP dilakukan guna memberikan kemudahan mendapatkan listrik.

Direktur Bisnis PLN Regional Kalimantan, Machnizon, menuturkan LSP merupakan reformasi pelayanan dalam program Ease of Getting Electricity atau kemudahan mendapatkan listrik yang merupakan integrasi dari tiga layanan, yaitu wujud sinergi antara Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Lembaga Inspeksi Teknik (LIT) dan PLN. LIT merupakan salah satu perusahaan jasa penyedia sertifikasi untuk menerbitkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) bagi pelanggan.

Tujuannya memberikan kemudahan kepada konsumen dan calon konsumen dalam proses pasang baru atau tambah daya, sekaligus pengurusan SLO. Semua layanan ini dilaksanakan satu pintu”, terangnya, saat launching layanan Satu Pintu se-Kalimantan di Balikpapan.

Ia menjelaskan, dalam memanfaatkan kemudahan layanan tersebut, dapat dilakukan dengan registrasi permohonan melalui PLN123, Web PLN maupun kantor pelayanan PLN terdekat. Selanjutnya, pelanggan dapat memilih LIT tegangan rendah (TR) sebagai lembaga untuk mengurus SLO-nya.

Kemudian memilih, dan pelanggan akan mendapatkan kode booking sebagai referensi untuk melakukan pembayaran pada Payment Point Online Bank (PPOB). Kode booking tersebut akan diteruskan kepada LIT-TR dan Ditjen Gatrik untuk ditindaklanjuti proses sertifikasi instalasi listrik milik pelanggan, paralel dengan pembangunan jaringan listrik PLN.

Program ini dapat terlaksana tentunya juga berkat dukungan dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementrian ESDM.

Wanhar, selaku Kasubdit Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan, dalam sesi sharing-nya menjelaskan, bahwa program LSP dilatarbelakangi oleh keinginan pemerintah untuk memperbaiki peringkat kemudahan berinvestasi atau berbisnis di Indonesia.

“Pada 2016, Indonesia menduduki peringkat 106, kemudian naik menjadi 91 pada 2017 dan kali ini berhasil menempati peringkat 72. Setiap tahun, bank dunia melaksanakan survey terhadap 10 indikator kemudahan berbisnis di Indonesia. Salah satu dari 10 katergori tersebut adalah Getting Electricity atau kemudahan mendapatkan listrik,” ucap Wanhar.

Pada tahap awal, program LSP ini diimplementasikan pada konsumen Bisnis dan Industri Daya 100-200 KVA, selanjutnya program ini akan diberlakukan pada seluruh konsumen tegangan rendah (TR).

Dengan layanan ini, konsumen yang ingin pasang baru atau tambah daya prosedurnya menjadi lebih praktis dan tidak rumit. Hal ini merupakan bentuk dukungan PLN untuk meningkatkan kemudahan berbisnis dan berinvestasi.

“Harapannya, masyarakat semakin dimudahkan dalam mendapatkan listrik, sehingga keluhan-keluhan terkait prosedur dan lama pelayanan semakin berkurang,” tutup Machnizon.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.