Pokdakan Mina Kecantik Kembangkan Budi Daya Patin

Editor: Irvan Syafari

303

LAMPUNG — Potensi air bersumber dari Gunung Rajabasa dimanfaatkan oleh Desa Tamanbaru, Kecamatan Penengahan untuk sektor budi daya ikan air tawar. Khoidir Nuh, pengurus kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Mina Kecantik menuturkan, usaha budi daya ikan air tawar memanfaatkan aliran Sungai Way Tebing Ceppa.

Sejumlah warga membuat kolam tanah, kolam terpal dan kolam semen untuk memelihara ikan jenis lele sangkuriang, lele masamo, nila, gurame dan patin.

Menurut Khoidir sebanyak sepuluh warga menjadi anggota Pokdakan Mina Kecantik. Sebagian melakukan budi daya ikan secara mandiri pada kolam tanah sebagai usaha sampingan selain bertani dan berkebun sebagai pekerjaan utama. Salah satu kolam yang dikelola oleh Pokdakan Mina Kecantik mendapatkan bantuan benih sebagai permodalan untuk pengembangan ikan patin.

“Bantuan modal benih menjadi pemacu semangat bagi kami anggota Pokdakan karena selama ini warga hanya membudidayakan ikan nila,emas dan gurame secara tradisional,” kata Khoidir Nuh kepada Cendana News di kolam budidaya ikan patin desa Tamanbaru, Selasa (3/4/2018).

Sektor usaha perikanan budi daya ikan air tawar merupakan pilihan dari Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Desa Tamanbaru. Pengembangan tersebut sekaligus berangkat dari kearifan lokal setempat yang sudah puluhan tahun silam memanfaatkan aliran Sungai Way Tebing Ceppa.

Bendungan dan saluran irigasi yang selama ini dipergunakan sebagai sumber pengairan sawah, air bersih dan pengairan perkebunan dimanfaatkan sebagai kolam.

Sebagian warga memiliki kolam secara mandiri, di antaranya berukuran 10 meter x 20 meter sistem permanen. Hasil budi daya ikan memberi sumber penghasilan bagi pemilik kolam. Saat ini harga ikan air tawardi tingkat konsumen terus mengalami peningkatan bahkan menjelang bulan suci Ramadan.

“Target budi daya ikan patin milik Pokdakan Mina Kecantik bertepatan dengan bulan Ramadan bahkan hari raya Idul Fitri dengan adanya ermintaan konsumen yang meningkat,” cetus dia.

Benih ikan patin yang ditebar pada kolam berukuran 10 x 20 meter disebutnya berjumlah sebanyak 10.000 ekor, masing-masing berukuran 5 sentimeter saat ditebar.

Benih patin merupakan bantuan Pokdakan Mina Kecantik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan. Ketersediaan air mengalir yang memadai membuat budidaya ikan air tawar menjadi usaha menjanjikan bagi warga di desa Tamanbaru.

Sistem pemberian pakan dengan pelet disebutnya mempercepat pembesaran ikan patin milik Pokdakan Mina Kecantik. Proses pemberian pakan diakui Khoidir dilakukan tiga kali sehari pada jam 10 pagi, jam 3 sore dan jam 10 malam.

Sesuai dengan target masa panen usia lima bulan pada bulan Mei mendatang Khoidir menyebut hasil panen diperkirakan mencapai 4 hingga 5 ton ikan patin siap konsumsi.

“Ikan patin banyak diminati sebagai bahan baku pembuatan kuliner pindang yang disajikan sejumlah rumah makan sehingga permintaan tetap stabil,”tegas Khoidir Nuh.

Ikan patin pada saat panen dengan harga Rp16.000 per kilogram pada level petani pembudidaya, dengan hasil rata rata 4 ton pada lahan seluas 200 meter. Pembudidaya akan memperoleh hasil sekitar Rp64 juta belum dipotong biaya operasional pemeliharaan,pakan dan bibit.

Biaya bibit disebut Khoidir dengan harga per ekor ikan patin Rp250 modal untuk bibit mencapai Rp2,5juta. Sementara untuk modal pakan dengan pelet produksi pabrik sebanyak 4 ton diestimasikan sekitar Rp10 juta.

“Jika dihitung hasil penjualan dipotong dengan biaya pembelian bibit, operasional pemeliharaan dan pakan masih bisa mendapatkan keuntungan bagi kelompok,” ujar Khoidir.

Hasil budidaya ikan patin tersebut diakuinya digunakan untuk usaha lanjutan budidaya ikan patin. Sejumlah anggota kelompok bahkan mulai melakukan usaha secara mandiri dengan potensi kolam tanah yang dimiliki.

Aliran air bersumber dari sungai way tebing Ceppa sekaligus menjadikan potensi perikanan air tawar dikembangkan oleh puluhan warga pemilik lahan di dekat aliran sungai.

“Selain budidaya ikan air tawar untuk konsumsi sebagian warga melihat peluang untuk penyediaan bibit melalui indukan bersertifikat jenis lele dan patin,”papar Khoidir.

Khoidir menyebut adanya stimulan permodalan bibit sekaligus potensi budidaya ikan patin ikut mendorong warga memanfaatkan lahan. Sejumlah warga yang memiliki lahan terbatas bahkan mempergunakan budidaya ikan lele, patin sistem terpal.

Tingginya permintaan dari pemilik usaha kuliner disebutnya menjadi peluang bisnis sekaligus usaha sampingan warga. Budidaya ikan air tawar disebut Khoidir bahkan menjadi investasi jangka pendek dari sektor perikanan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.