banner lebaran

Pokdarwis Bersihkan Sampah, Wujudkan Keindahan Pantai Kedu Warna

Editor: Satmoko

310

LAMPUNG – Pantai Kedu Warna di Kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda Lampung Selatan menjadi salah satu objek wisata bahari yang mulai dikenal luas dengan perkembangan penataan sekaligus suasana pantai yang menarik.

Selain pantai dengan pasir putih yang menawan, sebuah danau yang terbentuk secara alami akibat pasang surut air laut menjadi salah satu spot menarik untuk dikunjungi. Pantai Kedu Warna yang dilengkapi dengan akses jalan beraspal mulus bahkan bisa dicapai sepuluh menit dari jalan utama kota Kalianda.

Ibrahim Husin selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lawok Kedu dan Ketua Lingkungan Sinar Laut menyebut, sebelum dikelola pantai tersebut dipenuhi sampah. Puluhan ton sampah dominan sampah plastik bertebaran di sekitar pantai dan seizin pemilik kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Lawok Kedu mulai melakukan pengelolaan. Proses pengelolaan dan penataan disebut Ibrahim Husin dilakukan bekerjasama dengan Komunitas Peduli Wisata (Pelita) Lampung Selatan.

Akses masuk ke objek wisata bahari Pantai Kedu Warna Kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
“Kesadaran untuk memiliki sebuah tempat wisata bahari yang dikelola dengan baik membuat Pokdarwis Lawok Kedu melakukan penataan pantai yang sebelumnya kotor oleh berbagai sampah dan kini mulai bersih,” terang Ibrahim Husin, selaku Ketua Pokdarwis Lawok Kedu saat dikonfirmasi Cendana News, baru-baru ini.

Keindahan Pantai Kedu Warna diakui oleh Yodistira Nugraha berkat kerja keras anggota Pokdarwis dan komunitas yang peduli pada perkembangan wisata di Lampung Selatan. Sebagai pengurus Pokdarwis bagian kreatif dan pengembangan, Yodis sapaan akrabnya, menyulap pantai yang sebelumnya hanya jadi lokasi pembuangan sampah bukan hal yang mudah. Sejumlah komunitas disebut Yodistira sudah ikut andil dalam menata Pantai Kedu Warna.

Beberapa komunitas menurut Yodistira di antaranya Lastday29 yang peduli pada lingkungan, komunitas peduli wisata, dinas kehutanan serta dinas pariwisata seni serta budaya Lampung Selatan dan provinsi Lampung. Lokasi yang sebelumnya tidak tertata bahkan kini dilengkapi dengan mushola, sejumlah tempat bersantai menghadap ke laut lepas dan lokasi parkir yang luas.

“Butuh waktu lama menata Pantai Kedu Warna menjadi objek wisata kekinian dan Instagramable bagi anak-anak muda dan pecinta fotografi,” tegas Yodistira.

Fasilitas spot foto untuk pemilik media sosial Instagram, gubuk-gubuk terbuat dari bambu, tempat duduk serta penataan danau dikerjakan secara bertahap. Hasilnya kondisi Pantai Kedu Warna mulai banyak dikunjungi oleh wisatawan terlebih pada saat libur akhir pekan sejak Jumat (30/3) hingga Sabtu (31/3) disambung dengan libur Paskah. Meski banyak pilihan pantai untuk dikunjungi Pantai Kedu Warna disebutnya menjadi salah satu lokasi favorit.

Ombak dan pasir putih jadi dayak tarik Pantai Kedu Warna [Foto: Henk Widi]
Khusus untuk lokasi danau, giant letter bertuliskan danau dengan latar belakang tanaman bakau, pandan dan rumput hijau kerap dijadikan spot foto. Penataan danau yang dikelilingi oleh beragam tumbuhan menghijau tersebut bahkan kerap menjadi lokasi favorit pecinta fotografi. Selain itu pehobi sepeda bisa menggunakan area sekitar danau sebagai lokasi perhentian setelah berkeliling menyusuri jalan pesisir Kalianda.

Penataan Pantai Kedu Warna juga terus dilakukan dengan menggandeng instansi lain dalam upaya penghijauan. Proses penghijauan area pantai telah dilakukan oleh pecinta alam dan Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan (UPT KPH) XIII Gunung Rajabasa, Way Pisang dan Batu Serampok. Penanaman pohon cemara laut serta sejumlah pohon lainnya diharapkan akan menjadi peneduh alami Pantai Kedu Warna.

“Sejumlah tanaman alami di pantai Kedu Warna berupa pandan laut sudah banyak di wilayah ini termasuk mangrove, jadi perlu terus dilestarikan,” terang Yodistira.

Yodistira juga menyebut penataan lokasi Pantai Kedu Warna dilakukan dengan penyediaan beberapa fasilitas penunjang. Bersama dengan masyarakat sekitar melalui penyediaan tempat untuk berjualan kuliner bisa memberikan pemasukan secara ekonomis. Pengelolaan objek wisata dengan menekankan kenyamanan juga dilakukan melibatkan pengurus Pokdarwis Lawok Kedu.

Upaya menjaga pantai tetap bersih, berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Kalianda dan masyarakat Pokdarwis juga gencar melarang masyarakat membuang sampah di sungai. Sebab menurut Yodistira, sampah perairan Pantai Kedu Warna saat ini berasal dari aliran sungai yang berasal dari kota Kalianda dan sebagian dari wilayah lain akibat terbawa arus.

“Kami sepakat untuk menjaga lingkungan pantai bersih dengan memotret setiap orang yang membuang sampah di sungai, pantai dan mengunggahnya di media sosial,” beber Yodistira.

Kesepakatan tersebut diakui Yodistira telah disetujui oleh anggota Pokdarwis Lawok Kedu, juga masyarakat lingkungan Sinar Laut. Selain menghindari aroma tak sedap, merusak pemandangan, keberadaan sampah mengakibatkan Pantai Kedu Warna menjadi kotor. Sanksi tegas berupa denda bagi pembuang sampah disebut Yodistira bahkan masih belum mempan untuk meminimalisir warga membuang sampah sembarangan.

Pantai Kedu Warna yang semakin indah setelah perjuangan membersihkan sampah disebut Yodistira telah menjadi proyek percontohan. Selain menyediakan kotak sampah dan kantung plastik sampah, penyediaan tas khusus untuk pengunjung menjadi gagasan untuk mencegah pengunjung membuang sampah. Selain itu sampah plastik yang dikumpulkan sebagian didaur ulang menjadi bahan siap pakai memanfaatkan sampah di sekitar pantai.

Desy, pengunjung asal Bandarlampung menikmati suasana Pantai Kedu Warna [Foto: Henk Widi]
Desy, salah satu pengunjung Pantai Kedu Warna asal Bandarlampung mengaku mengapresiasi pengelolaan Pantai Kedu Warna. Kondisi pantai yang sebelumnya dipenuhi sampah dan kotor mulai ditata bahkan dibersihkan. Pasir Pantai Kedu Warna yang cukup bersih bisa dipergunakan untuk bermain anak-anak. Meski disebutnya kondisi ombak yang cukup besar membuat lokasi tersebut tidak cocok dipergunakan untuk berenang atau mandi.

“Meski tidak cocok untuk berenang atau mandi namun pasirnya bersih dan suasana pantainya Instagramable banget lengkap ada danaunya,” terang Desy.

Lokasi yang tidak jauh dengan ibu kota Lampung Selatan, Kalianda, membuat ia tidak kesulitan mencari oleh-oleh. Selain mengunjungi Pantai Kedu Warna ia bahkan masih bisa berburu kuliner khas berbahan ikan laut berupa otak-otak ikan. Kuliner tersebut diakuinya bisa menjadi pelengkap setelah mengunjungi Pantai Kedu Warna.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.