Populasi Penyu di Sumbar Capai 30.000 ekor

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

371

PADANG — Provinsi Sumatera Barat memiliki sejumlah tempat konservasi penyu yang tersebar di sejumlah daerah. Seperti halnya di Kota Padang, terdapat di Pasir Jambak dan Pantai Air Manis. Lokasi lainnya juga terdapat di Kota Pariaman, Kabupaten Pasaman, dan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Kepala Dinas Kalautan dan Perikanan Sumatera Barat, Yosmeri mengatakan, Sumatera Barat termasuk daerah yang cukup aktif melakukan konservasi hewan yang dilindungi itu. Keberadaannya juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Kita sangat mendukung adanya kegiatan konservasi penyu itu. Karena selain adanya kesadaran juga turut memberikan edukasi bagi masyarakat, serta menjadi ekowisata,” katanya, Senin (2/4/2018).

Ia menyebutkan di konservasi, hal yang dilakukan mulai dari penetasan hingga pelepasan. Setidaknya di setiap lokasi, ada ratusan penyu yang diselamatkan oleh sejumlah masyarakat yang membetuk sebuah kelompok penyelamat penyu.

Sementara itu Peneliti Penyu dari Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat, Harfiandri Damanhuri mengatakan, saat ini diperkirakan populasi penyu yang berada di kawasan Sumatera Barat mencapai 30.000 ekor.

Ia menjelaskan, dari pendataan yang dilakukannya beberapa waktu lalu, ada 60 titik tempat bertelurnya penyu di kawasan pantai di Sumatera Barat. Beberapa di antaranya berada di pulau-pulau di Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Pariaman, dan Kabupaten Pasaman.

Harfiandri Damanhuri
Peneliti Penyu dari Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat, Harfiandri Damanhuri/Foto: M. Noli Hendra

Menurutnya, yang paling banyak berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hitungan populasi itu, terlihat dari banyaknya penyu yang hendak naik ke daratan untuk bertelur.

“Jadi yang di Mentawai memang banyak penyu yang naik untuk bertelur. Sedikitnya ada sekira 8.000 ekor yang bertelur dalam rentang waktu selama satu tahun,” katanya.

Harfiandri juga mengatakan, dengan adanya tempat konservasi-konservasi penyu itu, tidak hanya turut melestarikan hewan yang dilindungi tersebut, tapi juga telah menciptakan sebuah wisata edukasi.

Akan tetapi, di sisi lain, Harfiandri merasa khawatir, adanya masyarakat yang menangkap penyu untuk dimakan. Hal itu terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang merupakan daerah yang paling banyak dinaiki penyu untuk bertelur.

Baca Juga
Lihat juga...