Posdaya Binangun Teratai Ubah Dusun Bantar Wetan Jadi Produsen Benih

Editor: Irvan Syafari

251
Pengurus Posdaya Binangun Teratai, Surono,-Foto; Jatmika H Kusmargana.

YOGYAKARTA — Berkat upaya pemberdayaan yang dilakukannya, Posdaya Binangun Teratai mampu mengubah Dusun Bantar Wetan, Banguncipto, Kecamatan Sentolo, sebagai salah satu daerah penghasil benih padi terbaik di Kulonprogo.

Mengubah pola pikir masyarakat tradisional, yang semula hanya menanam padi konsumsi menjadi petani penangkar benih merupakan kunci Posdaya Binangun Teratai mewujudkan hal tersebut.

Pengurus Posdaya Binangun Teratai Surono mengatakan, sebelum Posdaya berdiri pada 2012 lalu, mayoritas masyarakat di Dusun Bantar Wetan merupakan petani tradisional biasa. Setiap tahunnya mereka hanya menanam padi konsumsi untuk dijual maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kita berupaya mendorong warga di sini agar menanam benih padi induk. Sehingga hasil panen bisa disetor ke perusahaan penangkar benih. Setelah berjalan, kita lalu mendirikan kelompok yang memproduksi benih sendiri. Saat ini separuh lebih petani di sini sudah jadi penangkar benih,” ujarnya belum lama ini.

Dengan menjadi petani penangkar benih, dikatakan Surono, harga jual hasil panen petani akan meningkat. Hal itu secara langsung juga akan meningkat pendapatan sekaligus kesejahteraan para petani itu sendiri. Pasalnya selisih harga jual padi konsumsi kering pungut dengan padi kualitas benih mencapai Rp250 per kilonya.

“Jadi para petani di sini mengambil benih induk dari kelompok. Lalu menanam dan memperlakukannya sesuai standar yang sudah ditetapkan. Pupuk juga diambil dari kelompok. Nanti setelah panen, benih akan diambil kelompok untuk dipasarkan sebagai benih padi,” ujarnya.

Bekerja sama dengan sejumlah pihak baik Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), hingga Balai Pengawasan Setifikasi Benih, kelompok tani di Dusun Bantar Wetan memproduksi sejumlah varietas padi, di antaranya varietas Sintanur, Situbagendit, Inpari 33 hingga Ciherang.

“Salah satu kendala yang masih terjadi adalah belum semua petani di sini mengikuti standar perlakuan sistim penanaman padi untuk kualitas benih. Bahkan ada sebagian petani yang menanam benih induk, namun saat panen justru malah dikonsumsi. Memang tidak masalah, namun menjadi sia-sia,” katanya.

Sejumlah varietas benih padi yang ditanam para petani Dusun Bantar Wetan-Foto; Jatmika H Kusmargana.

Surono mengakui untuk mengubah pola pikir petani tradisional menjadi petani penangkar benih memang bukan sebuah hal yang mudah. Butuh kesabaran dan ketekunan. Karena itulah melalui Posdaya Binangun Teratai, pihaknya terus berupaya melatih dan memberdayakan petani di dusunnya.

Baca Juga
Lihat juga...