Putu Supadma: TMII Visi Besar Ibu Tien dan Pak Harto

Editor: Irvan Syafari

430
Direktur Penelitian, Pengembangan dan Budaya TMII, Putu Supadma Rudana-Foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA — Direktur Penelitian, Pengembangan, dan Budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII, Putu Supadma Rudana mengaku sangat menganggumi sosok pendiri TMII, Ibu Tien Soeharto dan Presiden Soeharto.

“Ibu Tien dan Pak Harto telah mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa dan negara, yaitu TMII,” kata Putu kepada Cendana News ditemui di acara tasyakuran HUT ke 43 TMII, belum lama ini.

Menurut Putu tugas kita sekarang adalah melanjutkan kemulian peradaban bangsa. Ke depan, dia berharap TMII menjadi ikon utama dalam memuliakan kebudayaan nusantara dan peradaban Indonesia. Hingga akhirnya TMII menjadi rumah bagi semua keberagaman yang ada di Indonesia.

“Ke depan dari manajemen TMII yang baru, Bapak Direktur Umum TMII Tanribali Lamo sangat intensif selalu berkolerasi dan menata TMII. Harapannya semua pihak bisa hadir ke TMII,” kata Putu.

Bapak Tanri, lanjut dia, sudah mempunyai konsep besar dalam upaya pengembangan TMII sebagai rumah utama pelestarian seni budaya bangsa.

“Inovasi baru sudah digagas. Sabar saja, karena beliau tidak ingin menyampaikan ke publik dulu biar tidak menjadi polemik,” imbuhnya.

Putu menilai kiprah pemikiran Pak Tanri begitu cemerlang dalam upaya mengembangkan TMII. “Baru dua bulan kepemimpinan beliau, tapi aura TMII sudah beda menurut saya. Penataan lampu berani dirubah putih. Ini artinya kan menandakan semangat TMII yang bersih ke depan,” tukas pemilik Museum Rudana Bali.

Kembali Putu menegaskan, dengan manajemen baru, ingin kembali merevitalisasi TMII agar semua pihak kembali hadir ke TMII.

Di masa lalu, sebut dia, banyak pemimpin dunia yang hadir ke TMII. Pada masa mendatang, Putu berharap TMII menjadi tempat pertama dan utama bagi semua pihak, khususnya pengunjung mancanegara untuk hadir menikmati kemuliaan peradaban seni budaya nusantara dan keindahan masing-masing daerah yang tercermin di TMII.

Selain itu, tambah dia, TMII ke depan ingin juga menjadi ruang interaktif dan kreatif bagi anak-anak muda kalangan milenia. Karena diketahui dalam beberapa tahun ke depan 52 persen masyarakat Indonesia dari usia 17 tahun sampai 35 tahun.

“Nah, TMII harus menjadi ruang kreatif bagi mereka untuk bisa berkreasi dan interaksi. Yang pada intinya saling memberi inspirasi bagi anak bangsa yang beragam itu,” tukasnya.

Untuk mencapai sasaran milenia itu, jelas dia, tentu ke depan penataan TMII secara bertahap akan dilakukan. Dengan koordinasi semua pihak untuk bisa memberi kontribusi maksimal kepada pengembangan dan perkembangan TMII.

Jadi membuka ruang publik yang memang selama ini kalau dilihat hari Jumat, Sabtu, dan Minggu itu penuh. Dalam ruang waktu yang kosong itu, Putu berharap TMII menjadi ruang pendidikan bagi siswa-siswi sekolah dasar dan menengah.

Karena menurutnya, anak-anak usia dini juga penting diberikan masukan atau inspirasi tentang kekayaan seni budaya Indonesia.

Memang, kata Putu, selama ini tidak semua buruk budaya yang datang dari luar, tapi begitu indah dan sangat luar biasa kekayaan budaya Indonesia. Inilah yang patut digaungkan di TMII.

Putu menghimbau dan mengajak semua pihak saatnya sekarang TMII menjadi rumah kita bersama dan rumah keberagaman atau kebhinekaan. Yang pada akhirnya semua pihak berkontribusi untuk menjadikan TMII ikon utama dalam memuliakan kebudayaan dan peradaban bangsa.

Inilah menurut Putu, tujuan utama HUT ke 43 TMII bertema “Taman Mini Indonesia Wajah Budaya Indonesia: Seni Diusung, Budaya Dijunjung, Banua Bauntung”.

Tema itu mencerminkan bahwa TMII satu-satunya di dunia. Ini artinya, tegas Putu, kita sudah memiliki semua itu sejak Ibu Tien Soeharto dan Presiden Soeharto membangun dan mendesain TMII.

Tugas kita pada msa datang adalah mengaungkan kembali kemuliaan kebudayaan itu.

“Pada akhirnya semua akan bangga bahwa kita memiliki TMII visi besar dari Ibu Tien dan Pak Harto,” pungkas Putu.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.